Tribun

Harun Masiku Buron KPK

Koordinator ICW Sebut Kasus Harun Masiku Tangga Menuju Kasus yang Lebih Besar: Ada Aktor Besar!

Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai kasus Harun Masiku adalah tangga menuju kasus yang lebih besar.

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Koordinator ICW Sebut Kasus Harun Masiku Tangga Menuju Kasus yang Lebih Besar: Ada Aktor Besar!
kolase tribunnews: kpu.go.id/kompasTV
Harun Masiku dan rekaman CCTV kedatangan Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNNEWS.COM - Koordinator ICW Adnan Topan Husodo menilai kasus Harun Masiku adalah tangga menuju kasus yang lebih besar.

Diketahui, sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9 Januari 2020, keberadaan Harun Masiku hingga kini belum diketahui.

Dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (30/1/2020), Adnan mempertanyakan kinerja KPK dalam mengusut kasus Harun Masiku.

"Kalau kita mencari seorang yang namanya Harun Masiku sebagai satu pihak yang sudah menjadi tersangka oleh KPK itu sulitnya seperti hari ini," kata Adnan.

Kemudian Adnan mempertanyakan soal kinerja KPK yang telah memiliki teknologi begitu banyak untuk mengungkapkan kasus serupa sebelumnya.

"KPK sudah investasi teknologi begitu banyak dan sudah digunakan juga untuk mencari banyak pelaku korupsi yang akses politiknya lebih besar dari Harun Masiku."

"Kemudian juga kekuatannya lebih besar dari Harun Masiku dan mereka berhasil," terang Adnan.

Mneurut Adnan, melihat proses penegakkan hukum dari awal memang ada sesuatu yang sifatnya non teknis.

Hal tersebut yang menurut Adnan, membuat pencarian atau upaya pendeteksian Harun Masiku menjadi tidak bisa dilakukan.

"Kita juga perlu ingat bahwa Harun Masiku itu adalah tangga menuju kasus yang lebih besar."

"Dan juga melibatkan mungkin orang yang lebih besar," tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut membuat kasus Harun Masiku menjadi berbelit-belit untuk diungkap.

"Kita harus ingat ada juga satu tersangka lain yang sudah ditetapkan oleh KPK yang sudah mengaku," katanya.

"Bahwa uang dari suap itu berasal dari Hasto Kristiyanto misalnya, sebagai Sekjen PDIP," terangnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas