Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan

Presiden berharap tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum memberikan efek jera pada pelaku pembakaran hutan baik itu perusahaan maupun perorangan

Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Warga berada di antara hutan yang terbakar di puncak Huta Ginjang, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016). Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hutan yang berada di kawasan Danau Toba dalam kondisi kritis dan memprihatinkan akibat penebangan liar dan pembakaran hutan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Idham Azis untuk tidak pikir panjang dalam melakukan penegakkan hukum pembakaran hutan. Presiden meminta Kapolri tindak tegas pelaku pembakaran hutan, siapapun pemiliknya.

"Kapolri, engga usah mikir panjang yang namanya penegakan hukum, yang namanya punishment harus dilakukan dengan tegas.  Baik itu administratif, baik itu perdata, baik itu pidana, lakukan tegas siapapun pemiliknya," ujar Presiden di Istana Negara, Kamis, (6/2/2020).

Presiden berharap tindakan yang dilakukan aparat penegak hukum memberikan efek jera pada pelaku pembakaran hutan baik itu perusahaan maupun perorangan.

Baca: Gempa Terkini: BMKG Catat Gempa M 5,1 Guncang Jayapura Papua, Tidak Berpotensi Tsunami

Meskipun demikian, presiden meminta frekuensi patroli lapangan di wilayah yang kerap terjadi kebakaran hutan terus ditingkatkan.

"Sehingga penguasaan lapangannya betul-betul kita bisa kuasai. Baik pemerintah daerah, aparat teritorial seperti babinsa, babinkamtibmas,  itu betul-betul dikerahkan dan melibatkan partisipasi masyarakat. Partisipatif. Sehingga kita harap kondisi harian di lapangan selalu terpantau," katanya.

Keberadaan Babinsa dan Babinkamtibmas menurut Presiden sangat membantu dalam mengantisipasi kebakaran hutan. Jokowi mencontohkan Australia yang tidak memiliki Babinsa dan Babinkamtibmas. 

"Ini bedanya dengan negara lain disitu. Coba dicek di Australia, engga ada babinsa,  babinkamtibmas engga ada. Mereka hanya punya polisi hutan, penjaga hutan kita juga punya. Itu keuntungan kita. Gunakan instrumen-instrumen yang ada," katanya.

Baca: Takut Ambil Sidik Jari untuk e-KTP, Mbah Siah Sempat Mengira akan Diborgol

Presiden tidak ingin kebakaran yang terjadi di Australia menimpa Indonesia. Karena kebakaran menyebabkan kerusakan ekosistem dan kerugian yang sangat tinggi.

"Sudah 11 juta hektare terbakar (Australia). Ada 500 juta satwa yang mati karena kabakaran di sana. Berarti kehilangan plasma nutfah, baik flora dan fauna. Ini yang kita tidak mau. Itu kekayaan yang tak bisa dihitung dengan nilai uang. Oleh sebab itu saya ingatkan kembali kalau ada api satu segera padamkan. Kita punya Babinsa, kita punya Babinkantibmas. Beri tahu mereka. Gubernur bupati walikota ada kepala desa, beri tahu mereka. Sampai instrumen, infastruktu kita di bawah itu ada. Sehingga kalau ada api satu saja di desa, segera cari ember padamkan," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas