Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liku-liku Hidup Calvin Dores Setelah Deddy Dores Wafat, Jadi Driver Ojol Hingga Beralih Jadi Calo

Calvin Dores bercerita soal asal usul yang membuat dirinya pindah ke rumah kontrakan dan menjadi driver ojek setelah Deddy Dores wafat.

Liku-liku Hidup Calvin Dores Setelah Deddy Dores Wafat, Jadi Driver Ojol Hingga Beralih Jadi Calo
Tribunnews/JEPRIMA
Putra mendiang Deddy Dores, Calvin Dores saat berpose di kediamannya kawasan Pondok Aren, Tanggerang Selatan, Banten, Minggu (9/2/2020). Sebelumnya diketahui bahwa Calvin Dores sempat berprofesi menjadi kuli bangunan serta ojol, kini dirinya ingin mencoba peruntungan di jual beli sepeda motor serta mengeluarkan single miliknya di tahun 2020. Tribunnews/Jeprima 


Beralih jadi calo jual beli sepeda motor

Sempat viral karena pernah menjadi driver ojek online, kini Calvin Dores sedang menekuni profesi barunya sebagai seorang 'calo' jual beli sepeda motor.

Calvin Dores kini sudah berhenti jadi driver ojek online seiring kondisi kehidupannya berangsur membaik.

"Puji Tuhan jauh membaik. Kalau dulu sebulan papa meninggal rokok saja saya sampai tidak bisa beli. Ngutang di warung," ujar Calvin, Minggu (9/2/2020).

Namun demikian, Calvin tak pernah menyesalkan masa-masa sulit itu.

Ia kini sedang berusaha untuk bangkit.

Baca: Anak Penyanyi Legendaris Deddy Dores Jadi Ojol untuk Biayai Pengobatan Ibunya

Calvin Dores kini sedang menggeluti dunia jual beli motor sport.

"Kegiatannya sekarang offair (manggung,red) puji Tuhan ada, terus dagang motor, terus mediasi kontraktor sama mediasi properti. Biasa calo lah bahasa kerennya mediasi. Kesibukannya itu sekarang," ujarnya.

Meski menyatakan demikian, dunia otomotif menjadi pilihan utama Calvin saat ini.

Menurutnya, dunia otomotif lebih menjanjikan karena hasil dari jual beli motor lumayan.

Putra mendiang Deddy Dores, Calvin Dores saat berpose di kediamannya kawasan Pondok Aren, Tanggerang Selatan, Banten, Minggu (9/2/2020). Sebelumnya diketahui bahwa Calvin Dores sempat berprofesi menjadi kuli bangunan serta ojol, kini dirinya ingin mencoba peruntungan di jual beli sepeda motor serta mengeluarkan single miliknya di tahun 2020. Tribunnews/Jeprima
Putra mendiang Deddy Dores, Calvin Dores saat berpose di kediamannya kawasan Pondok Aren, Tanggerang Selatan, Banten, Minggu (9/2/2020). Sebelumnya diketahui bahwa Calvin Dores sempat berprofesi menjadi kuli bangunan serta ojol, kini dirinya ingin mencoba peruntungan di jual beli sepeda motor serta mengeluarkan single miliknya di tahun 2020. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Saya lebih milih otomotif karena lebih menjanjikan. Makanya sekarang yang saya butuhkan dana. Tidak mungkin kalau saya minjam ke bank, katakanlah untuk modal usaha mereka pasti membutuhkan jaminan baru bisa memberi pinjaman. Tapi saya belum punya jaminan," ungkap Calvin.

Pekerjaan jual beli motor ini dilakukan Calvin kepada teman-temannya yang memiliki showroom ternama yang ada di Surabaya, Bali, Bandung, dan Jakarta.

"Ke KJV Motorsport juga. Sebelum jadi kuli, saya sempat jadi broker KJV Motorsport. Jakarta Motorsport. Moge ini juga lagi trend banget, makanya saya tekun di sini. Juga karena memang basic saya moge," ujarnya.

Baca: Kisah Calvin Dores Hidup di Rumah Kontrakan Sederhana Bersama Keluarga Setelah Deddy Dores Wafat

Ia mengaku dalam sehari bisa mengantongi uang Rp 1 juta hingga Rp 3 juta dari hasil jual beli motor.

"Puji Tuhan, setiap hari Tuhan mengabulkan saya dapat satu unit motor. Tiap hari Rp 1-3 juta. Paling kecil 1 juta tiap hari," ungkap Calvin.

Namun demikian, Calvin sendiri mengakui passion di dunia musik masih ada.

"Semalam saja saya masih manggung," katanya.

Namun, hasrat Calvin di dunia musik saat ini tidak menggebu-gebu.

Ia mengaku takut karena banyak hoaks dan kerap ditipu produser musik.

"Ngibulin mulu, janjiin A, B, C, tidak sesuai dengan komitmen. Jangankan orang yang baru kenal, dulu saja kalau papa komitmennya udah lewat saya marah ke bokap. iya-iya, enggak-enggak. Makanya saya di bisnis ini, istilahnya meski saya masih ikut yang lebih tua, mereka selalu nanya pendapat ke saya karena saya orangnya saklek," ujarnya.

"Orang mau kaya mau miskin sama saja. Sama-sama nafas. Bedanya ada yang bernafas dengan banyak uang, bisa beli apa saja. Kalau tidak ada uang, hanya bisa nahan saja," kata Calvin Dores.

Terbiasa hidup mandiri

Sejak remaja Calvin Dores memang sudah terbiasa menjalani masa sulit.

Meskipun dimanja sang ayah sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), tetapi dirinya sudah tebiasa hidup mandiri.

Calvin Dores mengungkapkan ia berasal dari keluarga broken home.

Ayah dan ibunya bercerai sebelum tahun 2000.

Hal itu kemudian membuat Calvin memilih untuk hidup mandiri sekalipun dimanja sang ayah.

"Saya dari dulu mandiri sebenarnya walaupun saya broken home," kata Calvin Dores kepada Tribunnews di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (9/2).

Calvin pun saat itu meninggalkan rumah dan memilih tinggal di sebuah kos-kosan di sekitaran Radio Dalam.

"Bokap sih mungkin karena kasihan banget, karena saya luntang lantung (akhirnya dimanja)," katanya.

Calvin memang sudah sejak SMP tidak betah tinggal di rumah.

Baca: Anak Penyanyi Legendaris Deddy Dores Jadi Ojol untuk Biayai Pengobatan Ibunya

Ia lebih memilih tinggal di rumah temannya.

"SMP saja saya sudah tinggal di kos di Radio Dalam dan saya ngamen. Bertolak belakang dengan background bokap saya," kata Calvin.

Calvin mengungkapkan, kondisi rumah sang ayah dulu itu seperti Republik Cinta milik Ahmad Dhani.

"Rame, banyak orang, yang kerja sama bokap, yang cari muka, saya sudah hafal semua deh dan banyak," ujarnya.

Namun demikian, Calvin tak memperdulikan hal tersebut.

Menurutnya saat itu dirinya hanya butuh ketenangan.

Maka itu, Calvin pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah dan ngekos di Radio Dalam.

Walau meninggalkan rumah, Calvin tak pernah kekurangan uang.
Sebab sang ayah, Deddy Dores selalu memenuhi setiap keperluannya sekalipun jauh dari rumah.

"Jujur kalau soal keuangan saya hampir jarang kurang dulu, tapi saya tidak mencari hal itu. Saya cuma mencari kehangatan keluarga," ujarnya.

Calvin mengungkapkan, dari enam anak Deddy Dores, dirinya lah yang paling dekat dengan mendiang sang ayah.

Deddy Dores pun memanjakan Calvin karena sempat hampir putus sekolah lantaran kerap memikirkan masalah keluarga.

"Mungkin bokap begitu karena baik hati, kasihan karena saya dulu sempat hampir putus sekolah. Tidak mau ngurusin sekolah saya lagi karena sudah pusing sama masalah keluarga. Dulu bukan masalah finansial, tapi masalah keluarga. Finansial mah tidak kurang saya waktu itu, tapi yang saya cari keharmonisan keluarga yang benar gitu," kata Calvin.

Calvin mengatakan, dulu itu ia memiliki mainan segudang yang dibelinya baik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Kemana pun, Calvin pasti minta dibelikan mainan oleh sang ayah.

Menurut Calvin, sang ayah memanjakan dirinya lantaran ingin mengalihkan pikirannya dari masalah yang ada di rumah.

"Bokap manjain saya mungkin biar pikiran saya teralihkan. Manjain ya begitu, sampai akhirnya saat saya agak dewasa saya cinta pada dunia otomotif. entah beli motor atau apa. Wajarlah anak dan bapak. Memang ada baik ada buruknya, buruknya mungkin ketika bokap meninggal saya kaget, karena saya biasa dimanja sama bokap," katanya.

"Walaupun sebenarnya tidak dimanja juga, toh buktinya saya tetap mencari duit juga. Ibaratnya kalau minta duid ke orang tua kebanyakan kita yang minta lah," imbuhnya.

Calvin menambahkan, sejak SMP, sebenarnya dia malu untuk meminta uang kepada sang ayah.

Namun, Deddy Dores kerap menghubungi Calvin dan mengatakan telah mengirim sejumlah uang.

"Pas SMP saya mau minta uang malu, tapi yang namanya orang tua pastinya merasa kali ya. Kadang tiba-tiba nelepon dan bilang sudah ditransfer. Jadi tidak saya minta udah dikasih. Dan itu sudah tidak pernah tinggal di rumah, ngekos ngontrak, tidak pernah di rumah, jarang banget," ungkapnya.

Calvin bercerita, sejak SMP, sekalipun diberi uang oleh sang ayah, ia tetap berusaha menafkahi dirinya sendiri dengan mengamen.

Kadang dia juga membuat lagu mengingat dia aktif juga sebagai seorang ranger di studio. Calvin mengatakan, apa yang dilakukannya dulu itu merupakan hal yang tak wajar dilakukan seorang pelajar SMP.

"Ngamen, propertian, studio, gitulah. nyanyi juga, saya ranger juga. Di studio bikin-bikin musik juga. Jadi teman-teman saya dulu masih sekolah, lah saya ini sekolah sambil nyari duid di studio," ujarnya. (Tribunnews.com/ lusius genik)

Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas