Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemulangan WNI Eks ISIS

Mahfud MD Akan Laporkan Sejumlah Alternatif Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS ke Presiden Siang Ini

Diketahui, Mahfud juga dijadwalkan akan mengikuti Rapat Terbatas di Istana Bogor pada pukul 13.00 WIB siang ini.

Mahfud MD Akan Laporkan Sejumlah Alternatif Terkait Pemulangan WNI Eks ISIS ke Presiden Siang Ini
Vincentius Jyestha
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar di Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akan melaporkan sejumlah alternatif terkait pemulangan WNI eks ISIS dari Suriah kepada Presiden Joko Widodo pada Selasa (11/2/2020) siang ini.

Mahfud juga dijadwalkan akan mengikuti Rapat Terbatas di Istana Bogor pada pukul 13.00 WIB siang ini.

"Kita sudah membuat alternatif-alternatif yang nanti siang akan dilaporkan ke presiden," kata Mahfud usai rapat bersama Menag Fahcrul Razi, Menkumham Yasonna Laoly, dan pejabat dari BNPT serta Kemenlu pada Selasa di kantor Kemenko Polhukam Jakarta Pusat pada Selasa (11/2/2020).

Ketika ditanya apakah ada alternatif baru yang muncul dalam rapat tersebut, Mahfud mengatakan masih menunggu alternatif lain.

Baca: Pemulangan WNI Eks ISIS, Puan Maharani Minta Pemerintah Cermat, Mahfud MD Sebut Ada Pengalihan Isu

Ia pun mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pemulangan WNI eks ISIS di Suriah akan menjadi dasar dalam proses pembahasan tersebut.

"Pasti lah menjadi dasar untuk dibahas pasti. Nanti kan akan dibahas disitu," kata Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan pemerintah tengah menyiapkan dua draf alternatif keputusan terkait pemulangan terduga Foreign Terrorist Fighter (FTF) atau teroris lintas batas negara dari Indonesia yang tersebar di sejumlah negara di dunia.

Mahfud menjelaskan draft keputusan pertama adalah terduga FTF dipulangkan dan yang kedua adalah terduga FTF tidak dipulangkan.

Mahfud mengatakan pada pokoknya, dalam draft pertama keputusan termuat alasan pemulangan mereka yakni masih Warga Negara Indonesia termasuk rincian risikonya dan proses deradikalisasinya.

Sedangkan pada draft kedua pada pokonya alasan pemerintah untuk tidak memulangkan adalah karena mereka telah melanggar hukum termasuk rincian risikonya dan hubungan dengan negara lain.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas