Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Karni Ilyas Ungkap ILC Sering Buat Banyak Pihak Marah, Akui Pernah Diancam: Padahal Kita Adil

Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas mengaku bahwa acaranya sering membuat banyak pihak marah.

Karni Ilyas Ungkap ILC Sering Buat Banyak Pihak Marah, Akui Pernah Diancam: Padahal Kita Adil
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Luncurkan Buku: Wartawan senior Karni Ilyas paparkan perjuangan kehidupan sebelum sukses menjadi wartawan saat peluncuran buku "40 Tahun Jadi Wartawan-Lahir Untuk Berita " di Toko Buku Gramedia, jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/05/2013). Buku yang ditulis Fenty Effendy ini menceritakan sosok Karni Ilyas yang lahir dari perkampungan hingga menjadi seorang wartawan. Buku terbitan Kompas Gramedia dengan 396 halaman yang dijual dengan harga Rp 96 ribu per buku. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM - Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas mengaku bahwa acaranya sering membuat banyak pihak marah.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Talk Show Tv One pada Sabtu (15/2/2020), Karni Ilyas menyebut mereka marah karena ada yang tidak suka suatu tema ILC diangkat.

"Ngomongin dan juga bisa bikin orang marah, bisa bikin orang senang."

"Ya seringlah kalau berita, banyak yang tidak suka berita itu dibuat," ujar Karni Ilyas.

 Minta Karni Ilyas Nilai Sosok Nikita Mirzani, Cak Lontong Ledek Sudjiwo Tedjo: Itu Sudjiwo Mirzani

Suatu kelompok bisa mem-bully acara ILC, padahal menurutnya sudah berusaha untuk imbang.

"Ada yang merasa kelompoknya terkena, ada yang membully. Padahal ya kita adil saja," ungkap dia.

Lalu ia menyinggung partai politik yang merasa diberitakan buruk.

Padahal, ILC hanya akan memberitakan sesuai tema yang hangat dibicarakan.

"Misal partai manapun kalau ditangkap pengurusnya atau apanya gara-gara korupsi ya naik."

"Partai Demokrat itu berkali-kali jaman Nazaruddin dan Anash (Urbaningrum), kemudian PPP dua kali Ketua Umumnya kena, ya dua kali juga diangkat, apalagi Golkar, Setya Novanto empat kali berturut-turut," jelasnya.

BACA BERITA SELENGKAPNYA >>>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas