Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kesaksian Ulus, WNI yang Dipulangkan dari Wuhan China

Menurut Ulus, tidak ada upaya penangkapan warga di jalan yang diduga terdeteksi virus corona.

Kesaksian Ulus, WNI yang Dipulangkan dari Wuhan China
Tribun Jabar/Firman
Ulus Rusdiana (34), salah seorang WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Cina, menyusul wabah virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Ulus Rusdiana (34), salah seorang WNI yang dipulangkan dari Wuhan, Cina, menyusul wabah virus corona, mengungkapkan, kondisi kehidupan sehari-hari di Wuhan sebenarnya tidak terlalu mengkhawatirkan.

"Kehidupan sebenarnya berjalan seperti biasa. Saya belanja di supermarket yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya. Di sana saya memang masak sendiri. Tradisinya memang seperti itu," ujar Ulus, saat ditemui di kampung halamannya di Kampung Menol, Desa Tobongjaya, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/2).

Menurut Ulus, tidak ada upaya penangkapan warga di jalan yang diduga terdeteksi virus corona. "Orang yang lagi berjalan lalu tiba-tiba ambruk, juga tidak ada. Wabah memang ada tapi tidak sampai seperti itu kondisinya," katanya.

Baca: Karni Ilyas Ungkap ILC Sering Buat Banyak Pihak Marah, Akui Pernah Diancam: Padahal Kita Adil

Namun begitu, lanjut Ulus, warga memang disarankan untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan apa-apa. Ia sendiri berada di rumah karena memang perusahaan tempatnya bekerja ditutup sementara.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Juventus vs Brescia, Peluang Cristiano Ronaldo Samai Rekor Gabriel Batistuta

"Karena tempat kerja ditutup, ya mau apa lagi selain tinggal di rumah. Sesekali keluar untuk membeli keperluan sehari-hari," ujar Ulus. Untuk menjaga hal tak diinginkan, ia pun mengenakan masker saat keluar.

Ulus pun menyatakan rasa syukurnya tidak sampai terjangkit wabah akibat serangan virus corona. "Ya //alhamdulillah// tidak sampai terkena, karena memang begitu wabah muncul, pihak berwenang di Wuhan langsung bertindak cepat dan bersifat antisipatif," katanya.

Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Karmin (60) dan Apang (60) ini sudah beberapa tahun bekerja di sejumlah negara tetangga setelah lulus dari Politeknik Manufaktur, Dago, Bandung. Terakhir, sudah empat tahun bekerja di pabrik barang elektronik di Wuhan.(firman suryaman)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas