Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Radiasi Nuklir

DPR Cecar Asal Limbah Radioaktif di Tangsel

Komisi VII DPR mempertanyakan asal usul limbah radioaktif yang memancarkan radiasi di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

DPR Cecar Asal Limbah Radioaktif di Tangsel
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Kepala BATAN dan Kepala BAPETEN, Kamis (20/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM -- Komisi VII DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) Jazi Eko Istiyanto dan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Dalam rapat tersebut, Komisi VII DPR mempertanyakan asal usul limbah radioaktif yang memancarkan radiasi di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

Awalnya, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto meminta penjelasan Kepala BAPETEN Jazi terkait asal usul temuan unsur Caesium di perumahan warga. Sebab, pihak yang pertama kali menemukan pancaran radiasi di komplek tersebut adalah BAPETEN.

"Apakah faktornya jelas, dijelaskan, bukan faktor kebocoran? Faktor apa? Dibawa orang dan seterusnya? Kemungkinan-kemungkinan itu di mana?," kata Sugeng.

Baca: DPR Gelar RDP dengan Kepala Batan dan Bapeten, Bahas Adanya Paparan Radiasi di Perumahan Batan Indah

Baca: Bapeten Kumpulkan Data Perizinan Pengguna Cesium 137 dari Seluruh Indonesia

Baca: Radiasi Nuklir di Batan Indah Pamulang: Bapeten Curigai Adanya Oknum Hingga Kondisi Terkini

"Kedua, jenisnya. Berupa barang itu apa? Apa memang, katakanlah, tidak akurat? Jadi kemungkinan-kemungkinan dari latar apa atau dari sisi apa, atau dari divisi apa? Ini perlu juga," imbuhnya.

Merespons hal itu Jazi mengatakan BAPETEN memiliki data izin pengguna radioaktif. Dari data tersebut BAPETEN bisa melakukan pengukuran data radioaktif.

"Kita punya data, kalau datanya BAPETEN itu impornya, siapa saja yang impor, kemudian yang punya izin siapa, kemudian yang mengelimbahkan ke TL siapa, kemudian kita akan lakukan akuntansi," ujarnya.

Kata Jazi jika hasil pengukuran sisa limbah radioaktif di Batan menunjukkan keseimbangan, BAPETEN menilai radioaktif itu hasil penyeludupan. Jika tidak, diduga radioaktif tersebut dibuang oleh pemegang izin.

"Kalau akuntansinya tidak balance, berarti ada salah satu pemegang izin itu yang membuang. Tapi kalau akuntansinya balance, berarti itu hasil penyelundupan. Kalau akuntansinya tidak balance, alhamdulillah, mudah mencari siapa aktornya," ujarnya.

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2/2020). Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di area kosong Komplek Batan Indah tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2/2020). Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan memastikan temuan Bapeten tentang adanya zat radioaktif di area kosong Komplek Batan Indah tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy, dan hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tersebut tetap beroperasi dengan aman dan lancar. (Warta Kota/Henry Lopulalan) (Wartakota/Henry Lopulalan)

"Karena di antara itu kita lihat semua yang punya berapa, kemudian kok ada selisih antara yang dilimbahkan dengan yang dia punyai yang tercatat di kami," imbuhnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas