Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

RUU Ketahanan Keluarga

Puan: RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Intervensi Ranah Privat Rumah Tangga

Puan mengatakan dirinya tak bisa menyebut perlu atau tidak perlunya RUU tersebut. Menurut Puan hal itu adalah tugas dari Komisi VIII DPR RI.

Puan: RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Intervensi Ranah Privat Rumah Tangga
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (18/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga memiliki beberapa pasal yang dirasa terlalu mengintervensi masalah dalam rumah tangga.

Namun, Puan mengatakan dirinya tak bisa menyebut perlu atau tidak perlunya RUU tersebut. Menurut Puan hal itu adalah tugas dari Komisi VIII DPR RI.

"Yang saya lihat dari draf, ada pasal-pasal yang terlalu mengintervensi ranah privat rumah tangga. Namun kan saya tidak bisa bicara langsung perlu atau tidak perlu, karena itu tugasnya Komisi VIII yang akan menguliti hal tersebut," ujar Puan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Meski hal itu tugas dari Komisi VIII DPR, Puan tetap mengimbau masyarakat untuk terus mengawal dan melihat RUU tersebut secara proporsional.

Baca: Banyak Warga Belum Gunakan Jamban, Iriana Minta Warga Serang Jaga Kebersihan

Nantinya, kata politikus PDI Perjuangan itu, masyarakat juga perlu menilai apakah RUU Ketahanan Keluarga ini perlu diteruskan atau tidak diteruskan.

"Karena kitapun harus ingat kita terdiri dari berbagai suku bangsa, berbagai budaya, berbagai agama. Sehingga tentu saja ranah privat itu kemudian tidak bisa dibuat jadi satu tempat yang semuanya harus setuju‎," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas