Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Imam Nahrawi Diadili

Saksi Ungkap Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Kerap Terlihat di Ruang Kerja Pejabat KONI

Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, kerap terlihat di ruang kerja Wakil Bendahara KONI, Lina Nurhasanah.

Saksi Ungkap Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Kerap Terlihat di Ruang Kerja Pejabat KONI
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Mantan Operator Pencairan Anggaran Satlak Prima, Alverino Kurnia memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Miftahul Ulum yang terjerat kasus suap dana hibah KONI dan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, kerap terlihat di ruang kerja Wakil Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Lina Nurhasanah.

Pernyataan itu disampaikan mantan Operator Pencairan Anggaran Satlak Prima, Alverino Kurnia saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Miftahul Ulum yang terjerat kasus suap dana hibah KONI dan gratifikasi.

"Iya, lebih dari sekali," kata Alverino, saat memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca: Pengakuan Asisten Pribadi Mantan Menpora Imam Nahrawi Soal Uang Rp 2 Miliar Untuk Renovasi Rumah

Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan di surat dakwaan atas nama Miftahul Ulum, Miftahul Ulum menerima uang fee Rp 2 Miliar dari Ending Fuad Hamidy, Sekjen KONI di ruang kerjanya di kantor KONI pada Maret 2018.

Di surat dakwaan itu disebutkan, Lina Nurhasanah dan Atam, sopir Ending Fuad Hamidy melihat serah terima dua tas ransel berwarna hitam.

Di suatu kesempatan, Alverino mengungkapkan pernah melihat Ulum membawa sebuah bungkusan setelah bertemu dengan Lina.

Baca: Imam Nahrawi Tersinggung dengan Kesaksian Gatot, juga Bantah soal Uang Saku untuk Naik Haji

Alverino menduga bungkusan itu berisi uang.

Uang itu berasal dari Satlak Prima.

Namun, dia tidak mengetahui berapa nilai nominal uang itu.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas