Jokowi Jawab WHO Soal Tanggap Darurat Dengan Keppres Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona
Setelah menerima langsung surat, Presiden Jokowi berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
![Jokowi Jawab WHO Soal Tanggap Darurat Dengan Keppres Gugus Percepatan Penanganan Virus Corona](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/surat-who-untuk-jokowi.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut telah menjawab surat dilayangkan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus yang meminta pemerintah Indonesia melakukan peningkatan mekanisme tanggap darurat menghadapi penyebaran virus corona (Covid-19).
Setelah menerima langsung surat, Presiden Jokowi berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman melalui pesan aplikasi WhatsApp kepada Tribunnews, Sabtu (14/3/2020).
Baca: Hari Ini 188 ABK World Dream Dipulangkan, Minggu Besok Giliran ABK Diamond Princess
"Presiden Jokowi menelepon Dirjen WHO kemaren sore Jumat 13 Maret 2020. Setelah menerima surat itu," kata Fadjroel Rachman.
"Sebagian besar rekomendasi dalam surat tersebut sudah dijalankan oleh Pemerintah Indonesia selama wabah COVID-19 ini. Pemerintah sudah meningkatkan penanganan dengan menerbitkan Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menajamkan kemampuan koordinasi pemerintah."
"Di sisi lain juga sudah ada sebelumnya Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.01/Menkes/199/2020 tentang komunikasi penanganan COVID-19 yg berisi lima protokol serta panduan koordinasi pemerintah pusat dan daerah," lanjut Fadjroel.
Baca: Gerindra Sarankan Pemerintah Pusat Beri Informasi Pasien Positif Corona ke Daerah
Sementara itu, Ghebreyesus dalam cuitan di Twitter-nya setelah melakukan pembicaraan via telepon, menyatakan terima kasih atas kepemimpinan pemerintahan Jokowi dalam menjaga dan menyiapkan sistem kesehatan dan sektor lain untuk merespon COVID-19.
"Kami setuju untuk meningkatkan kerja sama dan menjamin padanya kesiapan WHO untuk mendukung," cuit Ghebreyesus.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyurati Presiden Joko Widodo terkait penanganan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di Indonesia.
Dalam surat itu, WHO meminta Presiden Jokowi melakukan sejumlah langkah, termasuk mendeklarasikan darurat nasional virus corona.
Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal WHO Thedros Adhanom dan dikirimkan ke Jokowi pada 10 Maret lalu.
Surat itu juga diteruskan kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri.
Dalam surat itu, Thedros awalnya mengapresiasi upaya pemerintah RI dalam menangani corona.
Ia menyebutkan, setiap negara harus melakukan langkah terukur untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di China ini.
Sayangnya, di beberapa negara WHO menemukan adanya sejumlah kasus tak terdeteksi yang membuat penyebaran virus ini meluas dan akhirnya menyebabkan banyak korban jiwa.
Baca: 40 Negara yang Terapkan Pembatasan Perjalanan karena Virus Corona
Oleh karena itu, kata Thedros, WHO terus mendorong setiap negara untuk terus melakukan uji laboratorium terhadap orang yang dicurigai telah terinfeksi virus corona.
"Khususnya di negara yang memiliki populasi besar dan fasilitas kesehatan yang tak merata di setiap wilayah," kata Thedros.
Thedros menekankan bahwa deteksi dini adalah faktor penting untuk dapat memetakan penyebaran virus ini dan melakukan upaya pencegahan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.