Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jumlah Pasien Corona di Solo & Langkah Pelacakan Dinas Kesehatan

Virus corona di Solo, Ganjar Pranowo ungkap telah lakukan tracking. Sementara itu Dinas Kesehatan Solo menyebut ada 62 orang mengarantina mandiri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jumlah Pasien Corona di Solo & Langkah Pelacakan Dinas Kesehatan
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Ruang isolasi jika ada pasien virus corona di RSUD dr Moewardi Solo. 

"Ada sekitar empat toko untuk kita minta ditutup dulu. Ada isolasi paling tidak selama sehari untuk dilakukan pengecekan full dari pemerintah," ujarnya.

Baca Juga: Solo Ada Positif Corona, Dewas RS: Jangan Panik, Dinkes Tracking

Karantina Mandiri

Sementara itu 62 orang diinstruksikan untuk melakukan karantina secara mandiri.

Lama karantina mandiri 14 hari.

Hal ini lantaran 62 orang dipastikan merupakan konrak dekat dan kontak erat dnegan pasien positif corona.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir Kompas.com, sebanyak 62 orang tersebut terdiri dari tenaga kesehatan 16 orang dari RS Dr Oen Kandang Sapi, tenaga kesehatan RS Dr Oen Solobaru ada 15 orang, Klinik Mojosongo ada 6 orang.

Baca: Etika Batuk dan Bersin yang Benar Agar Cegah Virus Corona

Sementara itu keluarga pasien ada 12 orang di Kadipiro, kontak dekat pasien di Semanggi ada 6 orang dan karyawannya ada 7 orang.

"Kita kan tidak tahu. Dengan dikarantina dia bisa istirahat, satu. Kedua, kalau terjadi infeksi kan bisa memutus. Istilahnya melokalisir. Mencegah ini kan lebih baik dari pada terlambat," kata Siti di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).

Siti juga menyebut pasien positif corona sudah dimakamkan di Magetan, Jawa Timur.

Pihaknya mengaku melakukan koordinasi antarprovinsi.

"Makanya kita koordinasi. Saya laporan ke Provinsi Jateng. Jadi antar provinsi laporan ke Jawa Timur," terang dia.

Terkait karyawan pasien positif corona yang diinstruksikan untuk karantina mandiri, Siti menyebut karena mereka kontak erat dengan pasien tersebut hampir setiap hari.

"Karena dia karyawan. Lebih baik saya melindungi lebih tebal dari pada kebobolan," ungkapnya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas