Dokter Berguguran di Tengah Wabah Covid-19, Ini Langkah PB IDI
IDI mengelurkan sejumlah imbauan kepada dokter dan petugas medis untuk mengurangi risiko petugas medis atau dokter terpapar virus Corona.
Penulis:
Daryono
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
"Memang saat ini APD prioritas untuk fasilitas perawatan. Teman-teman kami yang di daerah menyampaikan kekurangan APD nya terutama pada level puskesmas, rs swasta dan klikik praktek mandiri dan dokter mandiri," terang dia.
Tiga Dokter Meninggal Hari Ini, Berstatus PDP
Hari ini, IDI melaporkan tiga dokter meninggal dunia.
Tiga dokter yang meninggal hari ini yakni Dr dr Lukman Shebubakar, Sp.OT (K), Ph.D, dr Bernadette Albertine Francisca T, Sp,THT-KL, dan dr Ketty Herawati Sultana.
dr Lukman Shebubakar merupakan anggota IDI Cabang Jakarta Selatan.
Baca: IDI Sebut Perlu Ada Proses Disiplin dari Pemerintah Untuk Cegah Penularan Virus Corona
Adib Khumaidi, mengatakan tiga dokter yang meninggal hari ini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.
"Ketiganya meninggal hari ini. Info yang kami terima, ketiganya (berstatus) PDP Covid-19," ujar Adib saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon.
Ditanya apakah ketiganya positif Corona, Adib mengatakan IDI belum bisa memastikan hal itu.
Hal ini karena IDI tidak menerima data konfirmasi positif atau pun hasil swab test dari dokter-dokter yang meninggal.
"Permasalahannya kita di IDI tidak menerima data terkait konfirmasi positifnya, biasanya itu ke rumah sakit. Kita dapat info saja dari teman-teman kalau ini dirawat dengan (status) PDP Covid. Hasil swabnya, konfirmasi positifnya seringkali kita tidak mendapatkan data lengkapnya," beber dia.
(Tribunnews.com/Daryono)