Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Corona Terus Meningkat, PKS Minta Jokowi Dengar Kata Ahli

Sohibul menilai mendengarkan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya adalah hal yang paling penting dilakukan Jokowi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kasus Corona Terus Meningkat, PKS Minta Jokowi Dengar Kata Ahli
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai diskusi bertajuk Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). 

Selain itu tidak memiliki konflik kepentingan.

Baca: Usul Pemilihan Wagub DKI Ditunda, PKS: Berhenti Dulu Bicara Hal Politis, Fokus Tangani Virus Corona

Menurut Sohibul, para ahli tersebutlah yang harus berada di lingkungan pertama Jokowi.

Sohibul meminta Jokowi untuk tidak mendengarkan para pembantunya yang memberi laporan bersifat "asal bapak senang (ABS)."

"Jangan hanya mendengarkan suara para pemodal besar di mana kepentingan mereka semata-mata ingin mengejar keuntungan investasi semata!"

"Jangan salah pilih penasehat di lingkaran Bapak! Salah ambil kebijakan nasib 260 juta warga RI dipertaruhkan!" imbuh dia.

Menurut Sohibul, penyelesaian pandemi covid-19 harus didahului akar persoalannya.

Akar persoalan pandemi tersebut adalah penyakit covid-19 itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara kondisi ekonomi global dan nasional yang mengalami fluktuasi adalah akibat dari pandemi tersebut.

Sohibul yakin kondisi perekonomian nasional akan pulih seiring dengan diselesaikannya pandemi.

Sohibul mengungkapkan pemerintah harus mengutamakan keselamatan masyarakat dan tenaga medis dalam menangani pandemi ini.

Jokowi pun diminta untuk mempertimbangkan kembali merealisasikan opsi penerapan darurat sipil.

Sohibul menyebut, UU Penanggulangan Bencana dan UU Kekarantinaan Kesehatan sudah cukup untuk menangani krisis pandemi saat ini.

Pemerintah disebut harus fokus mendukung kebutuhan tenaga medis yang berjuang di garis depan penanganan pandemi.

Misalnya penyediaan APD, penyediaan swab test yang mencukupi dan pelaksanaannya secara masif sebagai upaya mitigasi.

Selain itu juga penyediaan ventilator, obat-obatan, fasilitas rumah sakit, fasilitas penginapan yang layak dan tentunya santunan bagi para tenaga medis yang telah menjadi korban.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas