Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Layanan Nikah di KUA Dibuka Lagi, Dibatasi Maksimal 8 Pasang Calon Pengantin Per Hari

Kamaruddin Amin mengingatkan pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan virus corona.

Layanan Nikah di KUA Dibuka Lagi, Dibatasi Maksimal 8 Pasang Calon Pengantin Per Hari
Dokumen KUA Blora I
Hadi dan Yami melangsungkan akad nikah di kantor KUA Blora I, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama kembali membuka layanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Sebelumnya, layanan ini sempat ditutup sejak 1 hingga 21 April untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pembukaan kembali layanan akad nikah di KUA tertuang dalam Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

"Pelaksanaan akad nikah sekarang kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan. Namun, itu hanya diizinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020," terang Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat (24/4/2020).

"Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai 29 Mei 2020," lanjutnya.

Menurut Kamaruddin, Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag mencatat ada 54.569 calon pengantin (catin) yang telah mendaftar hingga 23 April 2020.

Sebagian dari mereka sudah melangsungkan akad nikah di KUA pada 22 dan 23 April 2020.

Kamaruddin Amin mengingatkan pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan virus corona.

Baca: Dengar Kisah Hijrah Dewi Sandra, Luna Maya Menangis, Merasa Tak Pantas untuk Meminta: Banyak Dosa

KUA wajib menolak layanan bila syarat itu tidak dipenuhi.

"Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari," ujarnya.

"Jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota per hari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas