Tribun

Virus Corona

Genjot Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengecekan PCR

Kondisi saat ini pemerintah perlu memprioritaskan kegiatan pengecekan masyarakat melalui polymerace chain reaction (PCR).

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Dewi Agustina
Genjot Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengecekan PCR
TRIBUN/HO
Anggota DPR Komisi XI Bidang Keuangan & Perbankan Kamrussamad melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara virtual dari ruang kerjanya di Jakarta, Senin (6/4/2020). Rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua OJK dan Ketua LPS tersebut membahas perkembangan kondisi perekonomian di tengah wabah Korona (Covid-19). TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR meminta pemerintah segera menekan penyebaran virus Covid-19 atau corona, dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, kondisi saat ini pemerintah perlu memprioritaskan kegiatan pengecekan masyarakat melalui polymerace chain reaction (PCR).

"Kemudian tegas dalam memberlakukan PSBB serta menjamin kebutuhan makan dan minum rakyat," ucap Samad kepada Tribun, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Selain itu, politikus Partai Gerindra itu meminta pemerintah menjadikan basis pertumbuhan sektor riil, utamanya penyangga produksi pangan nasional di kabupaten ataupun kota yang saat ini zona hijau dari Covid-19.

"Ini seharusnya menjadi jangkar pemulihan ekonomi nasional, khususnya sektor rill," ucap Samad.

Samad menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen, sudah terpengaruh dari sektor pariwisata karena beberapa negara lainnya telah menerapkan lockdown, seperti China, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

"Padahal negara tersebut merupakan negara 10 besar dari wisatawan mancanegara kita," ucap Samad.

Baca: Perppu Pilkada, Kepastian di Tengah Ketidakpastian Covid-19

Untuk kuartal I, Samad memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali tertekan, bahkan mengarah ke minus karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kebijakan PSBB di Pulau Jawa dan DKI Jakarta serta Jabotabek yang secara otomatis menurunkan konsumsi masyarakat," papar Samad.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas