Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Polisi Awasi Ketat Warga Berpergian ke Luar Daerah

Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020).

Polisi Awasi Ketat Warga Berpergian ke Luar Daerah
Tribunnews.com/theresia Felisiani
Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020) memastikan protokol kesehatan diterapkan seiring dibukanya kembali moda transportasi umum oleh Kementerian Perhubungan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kakorlantas Polri Irjen Istiono meninjau terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2020).

Ia bersama jajarannya memastikan protokol kesehatan diterapkan seiring dibukanya kembali moda transportasi umum oleh Kementerian Perhubungan.

Terkait dibukanya moda transportasi umum, pemerintah tetap menegaskan mudik dilarang. Hanya orang-orang tertentu yang memenuhi syarat diperbolehkan untuk berpergian ke luar kota.

Irjen Istiono ‎mengungkapkan larangan mudik tetap berlaku.

Pengecekan kali ini juga memastikan kebijakan mengacu surat edaran Gugus Tugas tentang penanganan Covid-19 Nomor 4 tahun 2020 yaitu perjalanan ke luar daerah PSBB yang dikecualikan sudah berjalan dengan baik.

Baca: Ferdian Paleka Jadi Korban Bullying di Sel, Ini Upaya Polisi Melindunginya dari Tahanan Lain

Baca: Ganjar Pranowo: Korupsi di Masa Pandemi Virus Corona, Laknat Dunia Akhirat!

Selama pemantauan jenderal bintang dua ini didampingi oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo dan Dirjen Pegunungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Istiono tidak segan mengecek loket pembelian tiket penumpang yang telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dia memastikan warga yang hendak berpergian harus mengikuti syarat yang ditentukan.

Baca: Presiden Jokowi: Kita Tidak Mudik Karena Sayang Keluarga

Bila tidak, maka petugas berhak menolak memberikan tiket ke warga. Sama halnya dengan ‎bus-bus yang mengangkut penumpang. Protokol kesehatan di dalam bus begitu ketat.

"Para penumpang yang duduk diberi jarak untuk menghindari penularan Covid-19. Bus yang beroperasi hanya bus yang ditempel stiker," tegas Istiono.

Begitupun di titik-titik Check point, bus-bus tersebut kembali diperiksa oleh Polisi guna memastikan warga yang berpergian ke luar daerah memenuhi syarat Surat Edaran (SE) 4 dari Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas