Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tersapu Badai Revolusi Senyap - Opini Budiman Eps. 8

Oleh: Budiman Tanuredjo Badai pandemi Covid-19 yang menyerang dunia laksana ”revolusi senyap”. Tanpa kelihatan wujudnya, makhluk

Oleh: Budiman Tanuredjo

Badai pandemi Covid-19 yang menyerang dunia laksana ”revolusi senyap”. Tanpa kelihatan wujudnya, makhluk renik ini telah mengubah wajah dunia.

Kapitalisme yang selama ini diagung-agungkan dan menjadi prinsip dasar percaya pada mekanisme pasar berhenti sejenak. Kapitalisme yang selalu ditandai perputaran pasar finansial kini melambat.

Kini, peran negara justru menguat. Semuanya mengundang negara melakukan intervensi. Apakah ini pertanda akan ada koreksi atas kapitalisme, tetap menjadi pertanyaan?

”Revolusi senyap” yang terjadi di dunia dan Indonesia mengarah pada deindustrialisasi. Gelombang PHK terjadi di sejumlah tempat. Terjadi juga definansialisasi akibat kebijakan penjarakan fisik melalui pembatasan sosial berskala besar. PSBB tetap perlu didukung, tetapi perlu disiplin ketat. Keselamatan rakyat adalah prinsip utama dan harus menjadi pedoman.

Di Indonesia, ”revolusi senyap” ini juga membuyarkan mimpi-mimpi besar soal pemindahan ibu kota yang diberi nama Negara Rimba Nusa. Wacana soal pemindahan ibu kota pun sedikit memudar disapu ”revolusi senyap”.

Gagasan soal RUU Omnibus Law Cipta Kerja pun terkesampingkan karena memicu resistensi masyarakat. Isu pemberantasan korupsi lenyap dari diskursus publik.

Entah karena memang tidak ada lagi korupsi, atau memang KPK sudah diamputasi. KPK menjadi lembaga yang manis. Dia tak lagi menjadi anak nakal reformasi. Tak ada lagi kegaduhan KPK karena pemberantasan korupsi. Hal itu dipuji sejumlah politisi yang senang dengan kultur korupsi. Dalam bahasa aktivis, reformasi telah dikorupsi.

Dunia seakan kekosongan wacana. Wacana publik memang dijejali dengan antisipasi, aksi dan reaksi, soal ”revolusi senyap” Covid-19, juga di Indonesia. Para menteri Kabinet Indonesia Maju pun seakan lenyap tersapu ”revolusi senyap”.

Tanpa terasa, Kabinet Indonesia Maju sudah enam bulan bekerja. Tepatnya 194 hari per Sabtu, 2 Mei 2020. Survei 100 hari kepemimpinan, atau 200 hari kepemimpinan, juga belum muncul.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas