Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Selama Pandemi Corona, MUI Minta Masyarakat Beribadah Jangan Pakai Nafsu Tapi Ilmu

Cholil Nafis meminta masyarakat selalu mengikuti anjuran ulama yang berkaitan dengan ibadah terutama di tengah situasi pandemi corona ini.

Selama Pandemi Corona, MUI Minta Masyarakat Beribadah Jangan Pakai Nafsu Tapi Ilmu
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah warga melaksanakan salat tarawih pertama Ramadhan 1441 H di Masjid Jami Al Ma'wa, Karang Tengah, Tangerang, Banten, Kamis (23/4/2020). Usai Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada hari Jumat (24/4/2020), warga melakukan salat tarawih dengan menerapkan physical distancing cegah Covid-19. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua bidang Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis meminta masyarakat selalu mengikuti anjuran ulama yang berkaitan dengan ibadah terutama di tengah situasi pandemi corona ini.

Menurut Cholil, hal ini diperlukan untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya penularan corona.

Dirinya meminta masyarakat dalam beribadah menggunakan ilmunya, dan mengindari hawa nafsu.

"Orang beribadah itu tidak pakai nafsu, pakainya ilmu. Dadipada kita tidak punya referensi, sandaran salah lebih baik referensi pada ulama," ujar Cholil melalui live streaming channel Youtube Masjid Agung Al-Azhar, Jumat (15/5/2020).

Cholil meminta masyarakat untuk tidak menggunakan pendapat pribadi dalam beribadah.

Termasuk terkait ibadah saat pandemi corona ini.

Dalam beribadah, masyarakat bisa menyandarkan diri pada anjuran ulama.

Sementara dalam hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial, masyarakat wajib mengikuti ketentuan pemerintah.

"Imbauan kami ikutan sandaran ulama dalam bidang agama, ikuti ketentuan pemerintah di kehidupan sosial politik ini," ucap Cholil.

"Kita berharap tidak usah bernafsu beribadah, kalau belum bisa ngaji nanya yang sudah ngaji. Nanti yang bertanggungjawab di hadapan Allah orang yang ngaji," tambah Cholil.

Dirinya meyakini pandemi corona akan berakhir dalam beberapa waktu ke depan, selama masyarakat disiplin dalam menjalani physical distancing.

Menurut Cholil, keberhasilan pencegahan corona sangat tergantung kepada kemauan masyarakat untuk tidak berkerumun.

"Mudah-mudahan bermanfaat melewati Covid-19, yang dua atau tiga bulan lagi sudah selesai kalau kita hidup disiplin di rumah. Sehingga penularannya tidak bisa. Kalau berbaur terus tidak selesai-selesai," pungkas Cholil.

Seperti diketahui, MUI telah mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri di saat pandemi Covid-19.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas