Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jubir Presiden Ungkap 2 Indikator Penerapan New Normal dan Bantah soal Herd Immunity

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman menyampaikan, ada dua indikator untuk Indonesia menuju kondisi new normal.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Jubir Presiden Ungkap 2 Indikator Penerapan New Normal dan Bantah soal Herd Immunity
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman 

"Sehingga ada imunitas untuk melawan Covid-19, karena ini belum ada vaksin untuk menyembuhkan," papar Fadjroel.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/1/2020). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Ia mengatakan, menjalankan kegiatan agama di rumah juga bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Setelah penjelasan tentang imunitas tersebut, Fadjroel membantah jika pemerintah akan menerapkan herd immunity.

"Dalam diskusi kami dengan kelompok psikologi agama, dengan menjalankan kegiatan spiritual dengan baik, kita bisa meningkatkan imunitas kita," katanya.

"Bukan herd immunity, tapi immunity. Ini disiplin yang harus kita lakukan," ujar Fadjroel Rachman.

Baca: Viral Herd Immunity Dipakai Atasi Corona, WHO Ingatkan Bahayanya : Manusia Bukan Hewan Ternak

Baca: Tanggapan Jusuf Kalla Soal Ajakan Jokowi Berdamai dengan Covid-19 hingga Opsi Herd Immunity

Baca: Apa Itu Herd Immunity? Apakah Benar Ini Cara Menekan Penularan Virus? Simak Penjelasan Berikut

Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto juga membantah soal penerapan herd immunity.

Menurutnya, jika pemerintah menerapkan herd immunity maka sebelumnya tak perlu ada PSBB atau membuat gugus tugas.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak Ada Pelonggaran PSBB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menegaskan, pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan pelonggaran PSBB.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5/2020).

“Saya ingin tegaskan bahwa belum ada kebijakan pelonggaran PSBB. Jangan muncul anggapan keliru di masyarakat bahwa pemerintah sudah mulai melonggarkan PSBB,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi laman presidenri.go.id.

Baca: Anies Tegaskan Tak Ada Pelonggaran PSBB, Yunarto Wijaya Bereaksi: Silahkan Lihat di Lapangan

Baca: Alasan Warga dan PKL Tolak PSBB di Dumai: Sekarang Saatnya Cari Uang untuk Lebaran

Baca: Menkominfo Minta Aparat Tegas Terapkan Aturan PSBB, Tapi Jangan Berlaku Kasar pada Masyarakat

Pemerintah saat ini mengkaji skenario beberapa tahap apabila ditentukan periode terbaik bagi masyarakat untuk kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19.

Penentuan tersebut tentunya harus didasari pada data-data dan fakta di lapangan.

“Biar semuanya jelas. Karena kita harus hati-hati, jangan keliru kita memutuskan,” jelas dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah masih tetap berfokus pada upaya pengendalian Covid-19 melalui larangan mudik dan mengendalikan arus balik.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas