Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aktivis 1998: Biarkanlah Setiap Gerakan Mahasiswa Tumbuh dengan Coraknya Sendiri

Pernyataan Sarie merujuk pada adanya anggapan di mana mahasiswa pada angkatan tertentu terkesan lebih hebat dibanding lainnya

Aktivis 1998: Biarkanlah Setiap Gerakan Mahasiswa Tumbuh dengan Coraknya Sendiri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ribuan mahassiswa dari berbagai kampus dan organisasi memenuhi jalan di sekitar gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Demonstrasi tersebut lanjutan dari aksi sebelumnya yang menolak revisi UU KPK, RKUHP, RUU Pertanahan, dan Minerba. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis 1998, Sarie Febriane mengatakan agar setiap gerakan mahasiswa di tiap zamannya bertumbuh dengan karakter dan coraknya sendiri.

Hal ini diungkapkan Sarie dalam diskusi daring 'Refleksi 22 Tahun Reformasi: Dulu, Sekarang, dan Masa Depan' yang digelar Forum Diskusi Salemba bersama Iluni UI Policy Center, Jumat (22/5/2020).

Baca: Mengapa Warga Nekat Berkerumun di Pasar dan Mal Padahal Sedang Corona? Ini Penjelasan Ahli

"Menurut saya biarkanlah setiap angkatan atau gerakan mahasiswa di zamannya itu bertumbuh sendiri. Tumbuh dengan karakter dan coraknya sendiri," ujar Sarie.

Pernyataan Sarie merujuk pada adanya anggapan di mana mahasiswa pada angkatan tertentu terkesan lebih hebat dibanding lainnya.

Dia merujuk angkatan '98 dimana terjadi aksi mahasiswa yang masif bergerak untuk menyelamatkan Indonesia dan menggeser zaman Orde Baru ke Reformasi.

"Ya kan ada anggapan 'wah zaman dulu gue lebih' gimana kan. Angkatan '98 mungkin di era '98 itu juga mahasiswanya merasa lebih' wow'," jelas mantan pegiat media pers Kampus BERGERAK itu.

Baca: BPOM Uji Spesimen Covid-19 di Lima Laboratorium di Indonesia

Menurut Sarie, yang terpenting sekarang adalah angkatan mahasiswa terdahulu membimbing angkatan mahasiswa era saat ini untuk bergerak dengan nilai-nilai sejati.

"Yang perlu kita lihat dan 'bimbing' sebenarnya bagaimana mereka bergerak dengan nilai-nilai yang sejati. Nilai sejati ya pasti sesuai dengan hati nurani, untuk kepentingan rakyat, itu value yang universal lah," tandasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas