Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPIP Manfaatkan Media Visual Sampaikan Nilai Pancasila ke Generasi Milenial

Bonnie mengatakan generasi muda saat ini lebih melihat segala sesuatu secara visual

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BPIP Manfaatkan Media Visual Sampaikan Nilai Pancasila ke Generasi Milenial
freepik.com
20 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Kirim ke WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Twitter 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) diminta untuk mengubah cara dalam mengenalkan nilai-nilai Pancasila ke anak-anak muda atau kaum milenial.

Hal ini disampaikan pimpinan redaksi Historia yakni Bonnie Triyana dalam webinar nasional Peringatan Hari Lahir Pancasila 'Membumikan Pancasila Menyongsong New Normal', Senin (1/6/2020).

Baca: Pakar: Jangan Paranoid dengan Kata Pemakzulan

Bonnie mengatakan generasi muda saat ini lebih melihat segala sesuatu secara visual.

Apalagi mereka akrab dengan media sosial.

"Generasi muda sekarang jauh lebih visual, dia lebih suka lihat film, yang bergambar, yang kira-kira padat, singkat," ujar Bonnie, Senin (1/6/2020).

"Banyak sekali sebenarnya cara untuk memberikan kepada anak muda. Sekarang juga ada kanal media sosial yang sangat akrab bagi generasi muda, ada Twitter, Instagram, Facebook dan YouTube. Mereka sekarang lebih banyak mengakses itu dan mendapatkan keterangan dari YouTube," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bonnie juga menyinggung bahwa kaum milenial tersebut lebih logis dan lebih kreatif dalam mencari informasi.

Belum lagi di era internet, orang dapat menemukan banyak informasi hanya dengan Googling.

Oleh karenanya, Bonnie menyarankan agar dalam mengenalkan nilai-nilai Pancasila ada beberapa poin yang harus dipenuhi.

Poin pertama yakni tidak bersifat indoktrinatif, dalam arti memaksakan.

Poin kedua yakni tidak dogmatif.

"Tidak dogmatif, dalam arti membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk berpikir tentang alternatif lainnya dan menerima Pancasila itu sebagai sebuah kenyataan, bukan sebagai pilihan," katanya.

"Artinya memang pilihan yang kemudian mereka jalani karena kita berhasil menampilkan kenyataan hidup Indonesia yang Bhineka dan segala macamnya," ungkapnya.

Selain itu, materi yang diberikan juga haruslah sesuai kebutuhan zaman ini disamping menarik secara visual.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas