Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

SBY Ikut Beri Respons Terkait Rusuh di Amerika Serikat: Apa yang Sesungguhnya Terjadi?

"Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengapa Amerika jadi begitu? Inilah pertanyaan yang muncul di banyak negara," kata SBY

SBY Ikut Beri Respons Terkait Rusuh di Amerika Serikat: Apa yang Sesungguhnya Terjadi?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato saat malam kontemplasi di Kediamannya di Puri Cikeas, Jakarta, Senin (9/9/2019). Malam Kontemplasi tersebut memperingati 18 tahun Partai Demokrat, 70 tahun Susilo Bambang Yudhoyono dan 100 hari wafatnya Ibu Ani Yudhoyono. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Mengetahui hal tersebut, SBY mengaku tidak terkejut.

Dirinya hanya merenung dan terbesitkan pertanyaan sederhana soal kondisi bangsa yang kian bergejolak bersamaan dengan pandemi covid-19.

"Saya tidak ikut-ikutan tercengang. Cuma merenung. Dan mau bertanya sedikit 'Are you OK, Amerika?'. Yang bertanya begini mungkin banyak. Di seluruh dunia. Bukan hanya saya," ungkap SBY.

Bukan Anti-Amerika

SBY menegaskan secara lugas dirinya bukanlah seseorang yang anti Amerika atau Anti Barat.

Sebab, sepanjang karir dirinya mengabdi sebagai seorang prajurit hingga terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode, SBY mengaku selalu bersinggungan dengan Amerika Serikat.

"Saya tidak termasuk orang yang anti Amerika atau anti Barat. Dalam pengabidan panjang saya sebagai prajurit TNI (sekitar 30 tahun), empat kali saya mengemban tugas pendidikan dan pelatihan di Amerika Serikat," ungkap SBY.

"Ketika menjadi Menteri dan Presiden, saya juga sering melakukan kunjungan ke negara Paman Sam itu," tambahnya.

Hal tersebut dibuktikannya ketika membangun kemitraan strategis (Strategic Partnership) di antara ke dua negara, Indonesia - Amerika Serikat.

Hubungan dan kerjasama yang saling menguntungkan dan saling hormat menghormati sejak lama katanya terjalin, baik pada masa pemerintahan Presiden Bush maupun Presiden Obama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas