Tribun

Polsek Daha Selatan Diserang

Tersangka Penyerangan Polsek Doho Selatan Diringkus, Pelaku Ingin Bentuk JAD Kalsel

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan penangkapan pertama dilakukan pukul 01.10 WITA.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Tersangka Penyerangan Polsek Doho Selatan Diringkus, Pelaku Ingin Bentuk JAD Kalsel
Instagram/viralterkini99
Kantor Polsek Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan diserang dua orang tak dikenal, Senin (1/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri menangkap 2 terduga teroris di Tanah Bumbu dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (5/6/2020) lalu.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan penangkapan pertama dilakukan pukul 01.10 WITA.

Kedua terduga teroris yang ditangkap terkait dengan aksi penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan.

Penangkapan pertama, AS (33) berhasil dibekuk. Warga Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan.

"Berdasarkan penyelidikan, terduga AS adalah anggota JAD Kalsel yang berperan memberikan ide pada timnya untuk melakukan aksi amaliah dan penyerangan ke anggota polri dan kantor polisi. AS juga mengetahui dan ikut merencanakan penyerangan ke Polsek Daha Selatan. Dia juga membaiat empat anggota JAD Kalsel," kata Awi di Bareskrim Mabes Polri, Senin (8/6/2020).

Di hari yang sama, sekira pukul 00.45 WITA, Densus 88 menangkap satu terduga teroris lainnya berinisial TA (24) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Dari hasil pemeriksaan sementara, TA ikut berperan membentuk tim amaliah JAD Kalsel. Dia juga membaiat lima anggota JAD Kalsel yakni MZ, ARN, AS, AN dan MR," tambah Awi.

Awal bulan lalu, Senin (1/6) pukul 02.15 WITA Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalsel diserang orang tidak dikenal.

Pelaku tidak hanya membakar mobil patroli di halaman Polsek.Tapi juga menyerang anggota Polri dengan menggunakan katana hingga tewas.

Belakangan diketahui pelaku bernama Abdul Rahman (AR).Karena melawan saat hendak ditangkap, AR diberi tindakan tegas hingga meninggal dunia.

Akibat serangan tersebut seorang anggota kepolisian Brigadir Leonardo Latupapua mengalami luka bacok dan meninggal di lokasi.

Sementara satu orang anggota polisi mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat 3 anggota jaga SPKT yang melaksanakan piket jaga malam.

Ketiganya masing-masing Brigadir LL (Leonardo Latupapua) sebagai KA SPKT III, Brigadir DS piket Intel, dan Bripda MA piket Reskrim.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas