Tribun

Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Pembelajaran Jarak Jauh Masih Dipertahankan

Evy mengatakan, sistem tatap muka antara guru dan murid dalam ajaran baru nanti tergantung pada kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
zoom-in Tahun Ajaran Baru Tetap Juli, Pembelajaran Jarak Jauh Masih Dipertahankan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Siswa Darul Hikam memberikan pakan kepada burung kakatua seusai penyerahan bantuan pakan di Bandung Zoological Garden (Kebun Binatang Bandung), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6/2020). Kegiatan penyaluran bantuan pakan bertajuk Siswa Darul Hikam Peduli Hewan itu sebagai bentuk kepedulian Lazis Darul Hikam terhadap kelangsungan hidup binatang yang ikut terkena imbas adanya virus corona (Covid-19). Bantuan yang disalurkan di antaranya yaitu daging ayam, daging sapi, apel, wortel, kangkung, pepaya, pisang, ubi, kacang panjang, kol, dan lain sebagainya. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjawab seputar rencana mekanisme tahun ajaran baru sekolah yang kemungkinan bakal dimulai dalam waktu satu bulan lagi.

Selama ini, masih banyak pertanyaan dari publik apakah dalam tahun ajaran baru nanti, sistem tatap muka akan diberlakukan atau sebaliknya.

"Tahun ajaran baru tetap akan dimulai pada kisaran hari Senin minggu ketiga Juli, seperti tahun-tahun sebelumnya, kemudian berakhir pekan terakhir Juni. Artinya 2020-2021 akan dilaksanakan sesuai waktu yang sudah direncanakan, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar akan dimulai secara tatap muka di sekolah. ini dua hal yang berbeda.," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud, Evy Mulyani dalam siaran BNPB, Selasa (9/6).

Baca: KA Reguler Beroperasi Lagi Mulai 12 Juni, Penumpang Wajib Rapid Test dan PCR

Baca: Sekolah Kedinasan Resmi Dibuka, Catat Tanggal Pendaftarannya

Evy mengatakan, sistem tatap muka antara guru dan murid dalam ajaran baru nanti tergantung pada kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Pada pembelajaran pertama yang utama sebagian besar sekolah akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh seperti yang sudah dilakukan tiga bulan terakhir ini," lanjutnya.

Evy mengatakan, selama ini Kemendikbud telah melakukan kajian dan analisis yang komprehensif serta akuntabel.

ilustrasi siswa SD sekolah saat pandemi virus corona. Di Inggris, meski sudah melakukan protokol kesehatan ketat, dua siswa SD dinyatakan positif Covid-19 setelah 1 hari kembali masuk sekolah.
ilustrasi siswa SD sekolah saat pandemi virus corona. Di Inggris, meski sudah melakukan protokol kesehatan ketat, dua siswa SD dinyatakan positif Covid-19 setelah 1 hari kembali masuk sekolah. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Koordinasi dengan Gugus Tugas Pusat juga terus dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait Covid-19 dan langkah ke depan dalam dunia pendidikan.

"Kami utamakan prioritas kesehatan dan keselamatan insan pendidikan, siswa guru dan juga orangtua," ujarnya.

Terkait pembelajaran jarak jauh yang selama tiga bulan ini dilakukan, Evy menyebut, Kemendikbud telah memberikan berbagai macam alternatif media pembelajaran

"Melalui internet, kemudian juga melalui stasiun televisi, melalui radio, dan sebenarnya juga tersedia modul yang dapat digunakan atau dipelajari mandiri, tentunya memerlukan kerja sama atau kolaborasi yang sangat baik antara guru dan orangtua," kata Evy. (deni/tribunnetwork/cep)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas