Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mendes Minta Desa Wisata Antisipasi Adanya Lonjakan Wisatawan di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut Abdul Halim, wisata di desa yang sebelumnya berhenti karena pandemi, akan bangkit lagi dalam waktu dekat ini

Mendes Minta Desa Wisata Antisipasi Adanya Lonjakan Wisatawan di Tengah Pandemi Covid-19
TRIBUN JABAR/ZELPHI
Satu keluarga melakukan sesi foto di area perkebunan teh Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Rabu (03/06/2020). Banyak area wisata resmi yang masih ditutup berkaitan dengan pandemi covid-19, tidak mengurangi keinginan warga untuk berwisata ke area perkebunan teh Bandung Selatan yang terkenal sejuk.TRIBUN JABAR/ZELPHI 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan pihaknya sedang mengantisipasi kelahiran kembali sektor ekonomi yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Abdul Halim, Desa Wisata yang sebelumnya berhenti karena pandemi, akan bangkit lagi dalam waktu dekat ini.

Baca: PBNU Ajak Umat Rawat Ukhuwah dan Tumbuhkan Solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19

"Satu contoh di desa, kita punya Desa Wisata cukup banyak yang dalam situasi Covid-19 ini pasti semua kolaps, semua berhenti beraktivitas," ujar Abdul Halim dalam webinar nasional pedesaan, Kamis (11/6/2020).

"Tetapi hari ini hampir semua warga masyarakat sehingga pada titik jenuh dan ingin segera untuk menikmati situasi-situasi yang nyaman di lingkungan masing-masing," tambah Abdul Halim.

Dirinya meminta masyarakat mengantisipasi lonjakan wisatawan yang ingin berlibur di desa-desa wisata.

Dia juga meyakini desa wisata akan mendapatkan kunjungan wisawatan yang cukup tinggi.

"Tentu ini kita juga menghadapi satu menyongsong reborn, reborn dimana akan terjadi ledakan warga desa atau daerah-daerah wisata desa akan mendapatkan kunjungan yang cukup maksimal," tutur Abdul Halim.

Menurut Abdul Halim, penambahan wisatawan ini akan memberikan peningkatan pendapatan terhadap Badan Usaha Milik Desa ( BUMdes).

Abdul Halim mengungkapkan hampir seluruh wisata di desa berada di bahwa naungan Bumdes.

"Ketika perputaran ekonomi di desa meningkat. Maka pendapatan naik, karena hampir 100 persen wisata desa itu ada di bawah naungan BUMDes," katanya.

Baca: Peringatan Dini BMKG, Jumat 12 Juni 2020: Waspada, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

"Di samping juga BUMDes ini memiliki peluang untuk mendapatkan penambahan aset berupa dana segar dari reborn-nya wisata," ucap Abdul Halim.

Bantuan dari Dana Desa, menurutnya juga dapat membantu penyempurnaan tempat-tempat wisata milik desa.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas