Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Dukung Kritikan Bintang Emon, Fahri Hamzah: 'Come On', Harusnya Negara Introspeksi

Fahri Hamzah mendukung Komika Bintang Emon yang melontakan kritik dengan gaya baru terkait kasus Novel Baswedan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dukung Kritikan Bintang Emon, Fahri Hamzah: 'Come On', Harusnya Negara Introspeksi
Sriwijaya Post
Fahri Hamzah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mendukung Komika Bintang Emon yang melontakan kritik dengan gaya baru terkait kasus Novel Baswedan.

Menurut Fahri, apa yang dilakukan Bintang Emon merupakan sikap yang patut disyukuri dan diberikan diapresiasi.

Hal itu disampaikan Fahri Hamzah saat diskusi bertajuk 'Antara Riuh-Keruh Media Sosial dan Kebebasan Berpendapat: Bagaimana Menertibkan?' melalui virtual, Sabtu (20/6/2020).

"Kalau ada anak-anak muda yang mulai mengkritik pemerintah dengan gaya dia yang baru dan sebagainya itu, harus disyukuri dan dinikmati, diberi tempat bahkan diberi apresiasi," kata Fahri.

Baca: Bintang Emon Diserang setelah Bahas Kasus Novel, Ali Ngabalin: Siap Mengkritik, Harus Siap Dikritik

Baca: Bintang Emon Sebut Ada yang Coba Retas Akun Media Sosialnya

Baca: Sebut Bahasannya Receh, Bintang Emon Tak Sangka Videonya Viral

"Saudara Bintang Emon misalnya, dia melihat kasus Novel Baswedan ini sudah bertahun-tahun, putar sana putar sini, undur sana undur sini, setelah sekian tahun Jaksa datang cuman memberikan tuntutan 1 tahun," tambahnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, masyatakat sudah jenuh dengan sandiwara yang ditampilkan terkait kasus Novel Baswedan.

Berita Rekomendasi

Bahkan, Fahri menyindir jika kasus ini baru menemui titik terang setelah ganti Kapolri sebanyak 2 kali.

Ia pun meminta pemerintah menjadikan kritikan yang disampaikan Bintang Emon dan masyarakat lainnya atas kasus Novel sebagai bahan pembelajaran kedepannya.

"Come on, harusnya negara yang introspeksi. Kenapa dalam negara kaya gini kok hukum dijadilan sandiwara," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas