Tribun

Guyonan Gus Dur

Stafsus: Kalau Polisi Disamakan dengan Lelucon Gus Dur, Ada yang nggak Beres dengan Institusi Kita

Dini menyebut, langkah yang dilakukan Kepolisian Resor Kepulauan Sula, Maluku Utara itu menunjukkan bahwa tak memahami hukum.

Stafsus: Kalau Polisi Disamakan dengan Lelucon Gus Dur, Ada yang nggak Beres dengan Institusi Kita
Capture Video Zoom
Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Purwono saat diskusi bertajuk 'Antara Riuh-Keruh Media Sosial dan Kebebasan Berpendapat: Bagaimana Menertibkan?' melalui virtual, Sabtu (20/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Dini Purwono menanggapi pemeriksaan terhadap Ismail Ahmad, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara karena mengunggah humor Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di sosial media.

Dini sangat menyayangkan langkah Kepolisian Resor yang memeriksa Ismail Ahmad.

Ismail diketahui mengunggah di Facebook-nya terkait guyonan Gus Dur yakni; 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'.

Hal itu disampaikan Dini Purwono saat diskusi bertajuk 'Antara Riuh-Keruh Media Sosial dan Kebebasan Berpendapat: Bagaimana Menertibkan?' melalui virtual, Sabtu (20/6/2020).

"Jangan defensif dong, manggil-manggil orang gitu. Tidak perlu reaktif. Kalau (polisi--red) disamakan dengan lelucon itu, berarti ada yang enggak beres dengan institusi kita," kata Dini.

Dini menyebut, langkah yang dilakukan Kepolisian Resor Kepulauan Sula, Maluku Utara itu menunjukkan bahwa tak memahami hukum.

"Jangan dibatas-batasi, kritik itu sah-sah saja dan seharusnya menjadi bahan evaluasi agar kita lebih baik," ujar Dini.

Baca: Kapan Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari? Berikut Niat dan Tata Cara Shalat Kusuf

Baca: Pengumuman PPDB SMA/SMK Jakarta 2020 Jalur Afirmasi akan Diumumkan Senin, 22 Juni 2020, Besok

Sebelumnya diberitakan, Ismail Ahmad dan Riman Iosen, warga Kepulauan Sula, Maluku Utara ditangkap Polres Kepulauan Sula.

Keduanya diamankan karena mengunggah celotehan Presiden Republik Indonesia keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur soal polisi jujur di Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas