Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemendikbud: Mahasiswa Manfaatkan Virtual Reality untuk Praktikum Kuliah

Pembelajaran daring menjadi pilihan untuk mencegah penularan virus corona di lingkungan kampus.

Kemendikbud: Mahasiswa Manfaatkan Virtual Reality untuk Praktikum Kuliah
Pandainews.com
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengungkapkan para mahasiswa Indonesia telah memanfaatkan teknologi untuk mengikuti perkuliahan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pembelajaran daring menjadi pilihan untuk mencegah penularan virus corona di lingkungan kampus. Para mahasiswa bahkan menggunakan teknologi virtual reality (VR) untuk menjalani praktikum.

"Kalau bisa dialihkan ke daring, kita alihkan ke daring. Misalnya untuk praktikum, beberapa teman-teman sudah membuat model-model virtual reality untuk melaksanakan praktikum," ujar Nizam saat dialog Bincang Sore Kemendikbud secara daring, Rabu (24/6/2020).

Meski begitu, Nizam mengakui tidak semua materi perkuliahan bisa dilakukan secara daring. Sejumlah materi kuliah hanya dapat dilakukan melalui perkualiahan secara langsung.

Kemendikbud telah menyiapkan protokol kesehatan untuk perkuliahan secara langsung agar lingkungan kampus terlindungi dari Covid-19.

"Kita juga menyiapkan berbagai protokol untuk memastikan pembelajaran yang tidak mungkin digantikan dengan daring. Misalnya untuk yang sedang tugas akhir, baik itu skripsi, tesis, disertasi, penelitian itu tidak bisa dilakukan dengan daring," ucap Nizam.

Nizam mengatakan saat ini mengkaji pembuatan protokol kesehatan untuk kegiatan perkuliahan di laboratorium, workshop, dan bengkel.

"Panduan sudah kami exercise beberapa kali dengan para ahli kesehatan. Nanti dalam waktu dekat segera kita rilis bagaimana membuka laboratorium, bengkel, workshop, dan sebagainya," pungkas Nizam.

Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan bahwa proses perkuliahan untuk jenjang perguruan tinggi masih digelar secara daring.

Kebijakan ini diterapkan karena jenjang perguruan tinggi mempunyai potensi mengadopsi pembelajaran jarak jauh yang lebih mudah dibanding pendidikan menengah dan dasar.

Metode pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori.

Sementara untuk mata kuliah praktik juga diusahakan tetap dilakukan secara daring. Namun, jika tidak dapat dilaksanakan secara daring maka mata kuliah tersebut diarahkan untuk dilakukan di bagian akhir semester.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas