Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pendeta James Palk Tandatangani Dokumen yang Disita KPK dari Kasus Nurhadi

"Penyidik mengkonfirmasi terkait dengan barang bukti yang disita berupa dokumen-dokumen yang pernah ditandatangani saksi," katanya

Pendeta James Palk Tandatangani Dokumen yang Disita KPK dari Kasus Nurhadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua saksi untuk mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016, Senin (29/6/2020) ini.

Kedua saksi ini diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Baca: KPK Lelang Tanah dan Bangunan Milik Terpidana Korupsi Simulator SIM Budi Susanto

Satu di antara saksi yang diperiksa tim penyidik KPK berprofesi sebagai pemuka agama, yakni pendeta James Palk.

Dari James Palk, KPK berusaha mengonfirmasi terkait tanda tangan yang dibubuhkan James di dokumen yang kini sudah disita penyidik.

"Penyidik mengkonfirmasi terkait dengan barang bukti  yang disita berupa dokumen-dokumen yang pernah ditandatangani oleh saksi," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Namun Ali sungkan untuk menjelaskan dokumen tersebut. Ia tidak bisa membeberkannya lantaran penyidik masih mendalami dokumen yang disita.

"Info yang kami terima, dokumen-dokumen masih akan didalami lebih lanjut dahulu oleh penyidik, karena yang bersangkutan [James Palk] menyampaikan tidak mengetahui apa isi dokumen-dokumen yang ditandatanganinya," kata Ali.

Kemudian saksi lainnya bernama Kasirin (wiraswasta), diperiksa penyidik untuk mengonfirmasi terkait pendirian perusahaan fiktif dari menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono.

"Penyidik mengkonfirmasi kepada saksi terkait pendirian perusahaan fiktif atau nominee dari tersangka RHE [Rezky Herbiyono]," beber Ali.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas