Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kinerja Menteri Jokowi

Jokowi Marahi Menterinya, Pengamat: Lagu Lama Kaset Usang

Langkah tersebut dinilai sebagai pencarian kambing hitam atas buruknya kinerja penanganan virus corona (Covid-19).

Jokowi Marahi Menterinya, Pengamat: Lagu Lama Kaset Usang
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengkritik tindakan Presiden Joko Widodo memarahi menteri Kabinet Indonesia Maju.

Video Jokowi yang memarahi para menteri dalam sidang kabinet paripurna tanggal 18 Juni 2020 baru diunggah oleh akun youtube resmi Sekretariat Presiden 10 hari kemudian.

Langkah tersebut dinilai mempertontonkan upaya politik Jokowi merebut simpati masyarakat Indonesia.

"Ini bagian dari lagu lama, kaset usang,  sebagai presiden dengan kinerja buruk dan berupaya menempatkan diri sebagai "pahlawan" yang memperjuangkan demi kepentingan 267 juta rakyat Indonesia, dengan memarahi dan membentak-bentak menterinya di panggung depan," ujar Syarwi dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2020).

Langkah tersebut dinilai sebagai pencarian kambing hitam atas buruknya kinerja penanganan virus corona (Covid-19).

Bila sebelumnya Jokowi kerap menjadi fokus kritik, akibat memamerkan kemarahannya kritik akan bergeser pada para jajaran pembantunya.

Padahal tindakan tersebut disampaikan Pangi mempertontonkan ketidakmampuan presiden dalam memimpin pemerintahan.

Pangi menyarankan langkah reshuffle lebih patut dilakukan dari pada menunjukkan kemarahan.

"Ketimbang marah-marah di depan para menteri, jauh lebih berkelas beliau melakukan reshuffle senyap berbasis kinerja," terang Pangi.

Dasar kinerja dalam penentuan reshuffle menjadi faktor yang harus ditekankan.

Ia bilang saat ini sudah bukan waktunya reshuffle berdasarkan pembagian kue antar partai politik.

Guna mencapai reshuffle berdasarkan kinerja tersebut, perlu ada lembaga independen yang menilai kinerja menteri.

Pangi mengingatkan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) presiden sebelumnya.

Sumber: Kontan.co.id

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas