Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Keluarga Eka Jadi Korban Proyek Kereta Cepat, Akses ke Rumah Tertutup, Saluran Air Mampet

Akses masuk rumah Ekasuryana (45) dan keluarga langsung ditutup oleh proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, aktvitas di rumah keluarga itu sempat lumpuh

Keluarga Eka Jadi Korban Proyek Kereta Cepat, Akses ke Rumah Tertutup, Saluran Air Mampet
Syarif Pulloh Anwari/Tribun Jabar
Jalan masuk rumah Ekasuryana yang tertutup proyek kereta cepat. Rumah yang berada di Kampung Simpati, RT 03/05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak bisa dimasuki. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG BARAT -  Aktiviitas pengerjaan tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) memakan korban. Rumah seorang warga di Kampung Simpati, RT 03/05, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak bisa dimasuki.

Akses masuk rumah Ekasuryana (45) dan keluarga langsung ditutup oleh proyek tersebut sehingga kegiatan keluarga itu sempat lumpuh.

Menurut Ekasuryana, akses jalannya itu tertutup semenjak mulai pengeboran dari Januari 2020.

"Proyek tersebut membuat keluarga kami lumpuh beraktivitas, tidak bisa masuk dan keluar rumah karena akses jalan satu-satunya tertutup," kata Eka, Senin (29/6/2020).

Pengerjaaan proyeksi tersebut mengakibatkan rumahnya mengalami retak dinding lantaran jarak pengeboran proyek itu hanya 10 meter dari rumahnya. 

Baca: Pemerintah Sebut Covid-19 Bikin Investasi Terhambat, Termasuk Kereta Cepat Bisa Berhenti Setahun

"Air PDAM sudah tidak mengalir karena pipa rusak, dinding retak-retak, genting pada jatuh karena getaran. Saat hujan, otomatis bocor semua," ujarnya.

Kejadian itu, mengakibatkan Ekasuryana terpaksa harus mengungsi dan mengontrak rumah yang lebih aman.

Baca: Ternyata Bukan Rp 80 Juta, Segini Harga Jual Rumah Viral Pak Eko yang Dikepung Tembok Tetangga

"Kami terpaksa mengungsi dan mengontrak rumah dikarenakan rumah yang kami pakai untuk bernaung mati total.

Saya harap perusahaan bisa segera turun tangan dan mengembalikan kondisi rumah seperti sediakala," ucapnya.

Ditemui terpisah, pihak RW 5, Ondi Mangkubumi mengatakan, ada dua rumah yang tertutup akses jalan tersebut, salahsatunya milik Ekasuryana.

Baca: Dibiarkan Kosong, Begini Kondisi Rumah Pak Eko yang Pernah Terkepung Tanpa Ada Akses Masuk

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas