Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPK Sita Sejumlah Uang dari Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

"Penyidik KPK saat ini telah pula melakukan penyitaan sejumlah uang dari para saksi terkait dugaan korupsi di PT DI," kata Ali

KPK Sita Sejumlah Uang dari Kasus Korupsi di PT Dirgantara Indonesia
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan sejumlah uang dari sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2007-2017 terkait penjualan dan pemasaran pesawat terbang dan helikopter.

Hal itu dibenarkan oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Baca: KPK Ajukan Banding Vonis Mantan Menpora Imam Nahrawi

Namun ia masih enggan merinci jumlah uang yang disita dari para saksi.

"Penyidik KPK saat ini telah pula melakukan penyitaan sejumlah uang dari para saksi terkait dugaan korupsi di PT DI," kata Ali dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Ali mengatakan rincian terkait duit yang disita tersebut masih belum bisa disampaikan.

Hal ini mengingat penyidik masih akan memanggil dan mengkonfirmasi kembali kepada beberapa orang saksi.

"Rincian belum bisa disampaikan. karena penyidik masih memeriksa danbakan mengkonfirmasi saksi-saksi lain. Nanti perkembangannya kami sampaikan," kata Ali.

Dalam kasus ini, sejumlah pihak diduga ikut kecipratan duit rasuah di perusahaan plat merah yang bergerak di industri penerbangan itu.

Beberapa waktu lalu, KPK menyampaikan bahwa Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh diduga turut bersama-sama sejumlah mantan petinggi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran uang  senilai Rp96 miliar.

Uang tersebut diterima  dari 6 perusahaan yang menjadi agen penjualan dan pemasaran PT Dirgantara Indonesia.

Diketahui, Budiman Saleh  sempat menjabat sebagai Direktur Niaga dan Restrukturisasi di PT Dirgantara Indonesia sebelum akhirnya menjabat sebagai Dirut PT PAL Indonesia.

KPK juga menyatakan bahwa setelah keenam perusahaan mitra/agen penjualan dan pemasaran menerima pembayaran dari PT Dirgantara Indonesia (Persero), terdapat permintaan sejumlah uang baik melalui transfer maupun tunai sekira Rp96 miliar.

Baca: Ada Hakim Minta Terdakwa Kasus Suap Pajak Bebas, KPK Sebut Hal Itu Lumrah Terjadi

Uang itu kemudian diterima oleh pejabat di PT Dirgantara Indonesia (Persero) di antaranya tersangka Budi Santoso, Irzal Rinaldi Zailani, Arie Wibowo, dan Budiman Saleh.

Sementara itu, KPK sendiri sudah menyita uang sebesar Rp18,6 miliar dari tersangka yakni Budi Santoso dan Irzal Rinaldi Zailani.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas