Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Tepatkah Aturan Rapid Test bagi Calon Penumpang? Ini Penjelasan Jubir Satgas Covid-19 RS UNS

dr Tonang Dwi Ardyanto mengatakan tidak tepat jika calon penumpang pesawat harus menunjukkan surat keterangan uji rapid test.

Tepatkah Aturan Rapid Test bagi Calon Penumpang? Ini Penjelasan Jubir Satgas Covid-19 RS UNS
Tribunnews/Irwan Rismawan
Karyawan diambil sample darahnya saat melakukan rapid test di Kantor Pusat ICM (Prima Buana Internusa/PBI) di Jakarta, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan tidak tepat jika calon penumpang pesawat harus menunjukkan surat keterangan uji rapid test.

Namun, menurutnya yang tepat yakni menunjukkan surat keterangan uji polymerase chain reaction (PCR).

Hal itu disampaikan Tonang dalam Obrolan Virtual (Overview) Tribunnews.com, Kamis (2/7/2020).

Ia menyampaikan, sebenarnya penyebutannya bukan rapid test, tapi tes antibodi.

Tes antobodi tersebut membantu mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi Covid-19 atau belum.

"Sudah banyak kita kenal penyebutannya dengan rapid test, tapi yang paling benar adalah tes antibodi," ungkapnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Tribunnews.com, Kamis.

"Tingkat akurasi penggunaan tes antibodi ini bukan untuk diagnosis."

"Tapi membantu kita apakah sudah pernah kena (Covid-19) atau belum," terang Tonang.

Baca: Layanan Drive Thru Rapid Test Covid-19 Kini Buka di Kawasan Bandara Soetta

Baca: Menhub Budi Karya Minta Kemenkeu Subsidi Rapid Test untuk Masyarakat

Baca: INACA Menyambut Baik Fasilitas Rapid Test Covid-19 yang Disediakan Maskapai

tonang_overview
dr Tonang dalam Obrolan Virtual (Overview) Tribunnews.com, Kamis (2/7/2020). (Tangkap Layar YouTube Tribunnews)

Hasil tes antibodi disebut akurat, jika seseorang tersebut telah terinfeski Covid-19 sekitar dua minggu.

"Maka kalau tes antibodi mengatakan bahwa kita reaktif, maka kita sudah pernah kena (Covid-19)."

Halaman
123
Penulis: Nuryanti
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas