Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak 2020

Tjahjo Sebut Pernah Ada Gubernur Menang Dua Kali Setelah Bagikan Handphone, Siapa Dia?

Tjahjo tidak menyebut siapa gubernur tersebut, tetapi dengan membagikan handphone akhirnya menang Pilkada sebanyak dua kali.

Tjahjo Sebut Pernah Ada Gubernur Menang Dua Kali Setelah Bagikan Handphone, Siapa Dia?
capture YouTube Kementerian PAN RB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo saat wabinar bertajuk Birokrasi di Era Disrupsi dan Tatanan Normal Baru: Mewujudkan Sistem Kerja dan Manajemen SDM yang Efektif, Efisien, Transparan dan Akuntabel Berbasis IT di YouTube Kementerian PAN RB, Senin (22/6/2020). (capture YouTube Kementerian PAN RB) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengungkap pernah ada gubernur yang kerap membagikan telepon genggam atau handphone kepada guru dan tenaga kesehatan.

"Dia menang dua kali (Pilkada), dia hanya membagikan anggarannya untuk semua guru, semua perawat dan bidan, kasih handphone," ujar Tjahjo saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Namun, Tjahjo tidak menyebut siapa gubernur tersebut, tetapi dengan membagikan handphone akhirnya menang Pilkada sebanyak dua kali.

"Saya kira tidak usah kampanye, enak dua kali jadi (gubernur)," ucap Tjahjo.

Baca: Penerapan Protokol Kesehatan Saat Pilkada 2020 Menyesuaikan Zona Wilayah

Berdasarkan peristiwa tersebut, kata Tjahjo, ke depan pengawasan netralitas aparatur sipil negara (ASN) harus diperketat pada Pilkada serentak 2020, apalagi ada yang ikut serta menjadi tim sukses salah satu calon.

"Banyak ASN yang punya jabatan gambling, lebih baik saya ikut tim sukses, siapa tahu menang Pillada, otomatis dia dapat jabatan," papar Tjahjo.

"Sampai ada kemarin sekretaris daerah ikut terlibat, saya kira ini harus dibicarakan dengan detail. Jadi ASN harus profesional, siapapun kepala daerahnya, dari partai manapun atau tidak ada partai," sambung Tjahjo.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas