Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembobol BNI Ditangkap

Mahfud MD Sebut Maria Pauline Lumowa Bisa Lolos Lagi Apabila Indonesia Terlambat Proses Ekstradisi

Mahfud MD sebut Maria Pauline Lumowa bisa lolos lagi apabila pemerintah Indonesia tak segera membuat kesepakatan terkait penyerahan dengan Serbia.

Mahfud MD Sebut Maria Pauline Lumowa Bisa Lolos Lagi Apabila Indonesia Terlambat Proses Ekstradisi
Dokumentasi/Humas Kemenkumham
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama buron pelaku pembobilan BNI Maria Pauline Lumowa yang diekstradisi dari Serbia, Rabu (8/7/2020) - Mahfud MD sebut Maria Pauline Lumowa bisa lolos lagi apabila pemerintah Indonesia tak segera membuat kesepakatan terkait penyerahan dengan Serbia. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyebutkan tersangka pembobolan bank BNI, Maria Pauline Lumowa bisa saja kembali lolos dari jerat hukum di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Serta ditayangkan secara langsung oleh Kompas TV, Kamis (9/7/2020) siang.

Baca: FAKTA Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp 1,7 T: Ajukan Surat Kredit Palsu, Ektradisi Hampir Gagal

Mahfud MD menyebutkan Maria Pauline Lumowa tertangkap oleh pihak kepolisian Serbia pada Juli 2019.

Maria Pauline Lumowa diketahui terdeteksi red notice Interpol di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia

Kemudian secara diam-diam, Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly memproses ekstradisi Maria Pauline Lumowa.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyebutkan tersangka pembobolan bank BNI, Maria Pauline Lumowa bisa saja kembali lolos dari jerat hukum di Indonesia.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyebutkan tersangka pembobolan bank BNI, Maria Pauline Lumowa bisa saja kembali lolos dari jerat hukum di Indonesia. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Yasonna H. Laoly melakukan kesepakatan dengan Pemerintah Serbia secara tersembunyi.

Mahfud MD pun menuturkan proses ini memang harus dijalankan dengan hati-hati.

Selama satu tahun komunikasi untuk melakukan ekstradisi dilakukan oleh Yasonna H. Laoly dengan Pemerintah Serbia.

"Kemudian setelah melalui proses yang panjang dan diam-diam Bapak Menteri Hukum dan HAM bekerja dalam senyap, tidak ada yang tahu dan mendengar," terang Mahfud MD.

Halaman
1234
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas