Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Proyek Lumbung Pangan, Menteri PUPR Perbaiki Lahan yang Sudah Ada Jaringan Irigasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan kunci pengembangan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Tengah yakni penyediaan air untuk irigasi sawah.

Proyek Lumbung Pangan, Menteri PUPR Perbaiki Lahan yang Sudah Ada Jaringan Irigasi
Istimewa
Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (13/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan kunci pengembangan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Tengah yakni penyediaan air untuk irigasi areal sawah, terutama pada lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha).

Menurut Basuki, ketersediaan air untuk irigasi harus diselesaikan kemudian menyusul teknologi pertaniannya.

"Kementerian PUPR fokus pada lahan yang sudah ada jaringan irigasinya. Kita lihat jaringan irigasinya sudah intensif di masing-masing blok sawah, namun ada yang tidak terpelihara sehingga itu yang akan diperbaiki dan perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan tidak akan menyentuh lahan gambut dan hutan," kata Menteri PUPR saat meninjau langsung, Rabu (8/7/2020).

Baca: Menteri PUPR: Jalan Tol Trans Sumatera Hadapi Masalah Pendanaan

Baca: PUPR Anggarkan Rp 2,9 Triliun Garap Rehabilitasi Saluran Irigasi Lumbung Pangan Nasional di Kalteng

Dia menjelaskan dengan revitalisasi areal sawah yang sudah ada, maka biaya yang dibutuhkan juga akan lebih murah dibandingkan dengan harus mencetak sawah baru.

 "Karena kalau membuka sawah baru rata-rata biaya yang dibutuhkan untuk lahan seluas 1 ha apalagi di daerah rawa itu bisa mencapai Rp 30 juta. Kalau kita merehabilitasi sawah yang sudah ada untuk luas lahan 1 ha hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 8-9 juta," tuturnya.

Menteri Basuki mengungkapkan, Kalteng dipilih sebagai kawasan food estate atau pusat pengembangan tanaman pangan di luar Pulau Jawa, karena dinilai sudah memiliki jaringan irigasi, petani, hingga sistem pendukung produksi pertanian yang baik. 

Sebelumnya, Basuki menyebut proyek rehabilitasi saluran irigasi lumbung pangan nasional atau food estate di Kalteng ini membutuhkan anggaran sekitar Rp2,9 Triliun.

“Dari Kementerian PUPR mengeluarkan dana Rp49 miliar untuk desain rehabilitasi irigasi menggunakan APBN 2020. Untuk keseluruhan  Rp2,9 Triliun,” katanya.

Basuki menyebut pembangunan irigasi seluas 165 ribu hektare (Ha) itu ditargetkan rampung di tahun 2022.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas