Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Dinilah Sulit Dipahami, Pemerintah Ganti Istilah New Normal Jadi Kebiasaan Baru

Istilah New Normal dinilai kurang dipahami masyarakat karena menggunakan bahasa asing.

Dinilah Sulit Dipahami, Pemerintah Ganti Istilah New Normal Jadi Kebiasaan Baru
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Pekerja mencoba face shield (pelindung wajah) model premium (dengan kacamata) di workshop pembuatan di kawasan Dukuh Setro, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2020). Penjualan face shield meningkat tajam sejak digaungkannya new normal life oleh pemerintah pada awal Juni lalu. Dalam sehari, pekerja mampu memproduksi 2.000-3.000 pieces alat pelindung wajah untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia dengan harga Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu per satu face shield. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah mengaku salah menggunakan istilah New Normal yang sering digunakan untuk hidup berdampingan di tengah Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Penggunaan istilah New Normal kemudian diganti dengan kebiasaan baru.

"Diksi new normal dari awal diksi itu segera ubah. New normal itu diksi yang salah dan kita ganti dengan adptasi kebiasaan baru," kata Achmad Yurianto, Jumat (10/7/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Yuri mengatakan istilah New Normal ini sulit dipahami oleh masyarakat.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Brian Sriphastuti.

Menurutnya, istilah New Normal ini memang tidak mudah dimengerti masyarakat.

Banyak masyarakat yang tidak paham lantaran istilah New Normal menggunakan bahasa asing.

"Pemahaman menggunakan 'new normal' sendiri, karena ada unsur bahasa asingnya, kemudian tidak mudah dipahami," kata Brian, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/7/2020).

Baca: Akui Salah Gunakan Diksi New Normal, Achmad Yurianto: Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Baca: Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Buru-buru Terapkan New Normal, Terutama soal Pembukaan Sekolah

Brian mengatakan New Normal seharusnya dimaknai sebagai adaptasi perilaku dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Halaman Selanjutnya ----------->

Ikuti kami di
Editor: Archieva Prisyta
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas