Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Eksklusif Tribunnews

Budi Arie, Relawan Pilpres Jadi Wakil Menteri (2-Habis): Getol Mendukung Larangan Mudik Lebaran

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, mengaku berjuang keras agar larangan mudik diberlakukan.

Budi Arie, Relawan Pilpres Jadi Wakil Menteri (2-Habis): Getol Mendukung Larangan Mudik Lebaran
TRIBUN/DANY PERMANA
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi berbincang dengan kru redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

MENJELANG Lebaran 2020 lalu, muncul pro kontra mengenai mudik. Akhirnya pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi, mengaku berjuang keras agar larangan mudik diberlakukan.

"Kalau mudik diizinkan, desa-desa di Jawa tidak sanggup menerima jutaan pemudik. Kalau kemudian kasus Covid-19 di desa melonjak akibat mudik, ketahanan pangan kita jadi sangat terganggu," ujar Budi Arie dalam wawancara khusus di kantor Tribun Network, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Berikut lanjutan wawancara dengan Budi Arie:

Apa sih yang dilakukan Kemendestrans untuk mencegah penyebaran Covid-19?

Pak Menteri sudah membentuk Gugus Tugas Relawan Desa Covid-19. Setelah itu menyiapkan sarana dan prasarana desa agar desa lebih tanggap, sigap, peka, dan disiplin dalam menghadapi Pandemi Covid-19. 

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi (kanan) berbincang dengan News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (tengah) usai berbincang dengan kru redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi (kanan) berbincang dengan News Director Tribun Network Febby Mahendra Putra (tengah) usai berbincang dengan kru redaksi Tribunnews di Palmerah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA (TRIBUN/DANY PERMANA)

Ketika musim mudik Lebaran lalu, kami termasuk yang fight (berjuang) agar Presiden memberlakukan larangan mudik. Itu sangat efektif membantu desa dari penularan Covid-19.

Sesuai data 2019, jumlah orang yang sekira 20 juta. Prediksi saya, pada 2020 ini yang mudik tidak sampai 20 persen alias 4 juta orang.

Pas hari Lebaran saya lihat di jalan tol nggak macet. Tidak ada mobil dari Jakarta ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berarti efektivitas larangan mudik ini cukup lah.

Saat itu kami melakukan simulasi jumlah pemudik sekira 4 juta berdasarkan jumlah angka orang terkena PHK 3,6 juta, plus 400 ribu yang nyolong-nyolong mudik. Nah angka pemudik 4 juta orang itu masih sanggup diatasi desa-desa di Jawa.

Baca: Perintah Jokowi untuk Wamendes Budi Arie Setiadi

Halaman
1234
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas