Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Sapardi Djoko Damono Akan Dimakamkan di TPU Giritama Bogor, Pelayat Tak Diizinkan ke Pemakaman

Pujangga legendaris Indonesia, Sapardi Djoko Damono akan dimakamkan sore ini di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Sapardi Djoko Damono Akan Dimakamkan di TPU Giritama Bogor, Pelayat Tak Diizinkan ke Pemakaman
Gramedia via KOMPAS.com
Penyair Sapardi Djoko Damono dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020) pagi ini sekitar pukul 09.17 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM - Pujangga legendaris Indonesia, Sapardi Djoko Damono akan dimakamkan sore ini di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

Perwakilan Keluarga, Nana Subianto mengatakan almarhum akan dimakamkan setelah ashar.

"Sesuai rencana keluarga jenazah akan dimakamkan sore hari ini bakda Ashar," kata Nana, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (19/7/2020). 

Saat ini almarhum Sapardi masih disemayamkan di rumah duka di Kompleks Dosen UI, Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca: Profil Sapardi Djoko Damono, Sastrawan Kebanggaan Indonesia Kini Tutup Usia, Raih Banyak Penghargaan

Baca: Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia, Sosoknya Dikenal Senang Berbagi dengan Anak Muda

Pujangga Sapardi Djoko Damono ikut berpartisipasi dalam Konser Gitaris Indonesia Peduli Negeri Musik dan Syair Solidaritas, di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (11/10/2018). Lebih dari 60 gitaris Indonesia, musisi dan seniman ikut berpatisipasi dalam konser yang diadakan untuk mengumpulkan donasi bagi korban gempa di Sulawesi Tengah dan Lombok. Selain musik serta puisi, dalam acara tersebut juga diadakan lelang gitar, donasi puisi, serta workshop pembuatan tempe yang juga ditujukan untuk donasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pujangga Sapardi Djoko Damono ikut berpartisipasi dalam Konser Gitaris Indonesia Peduli Negeri Musik dan Syair Solidaritas, di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (11/10/2018). Lebih dari 60 gitaris Indonesia, musisi dan seniman ikut berpatisipasi dalam konser yang diadakan untuk mengumpulkan donasi bagi korban gempa di Sulawesi Tengah dan Lombok. Selain musik serta puisi, dalam acara tersebut juga diadakan lelang gitar, donasi puisi, serta workshop pembuatan tempe yang juga ditujukan untuk donasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Sesuai rencana keluarga jenazah akan dimakamkan sore hari ini Bakda Ashar di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor."

"Dengan segala hormat, pelayat tidak diperkenankan mengantar/hadir di pemakaman, sesuai protokol kesehatan dari pemerintah serta persyaratan dari pihak pemakaman," bunyi pesan yang diterima Tribunnews.com, Minggu siang.

Sebagaimana pesan itu, pelayat tidak diizinkan untuk mengantar almarhum hingga ke pemakaman.

BERITA TERKAIT

Hal serupa dihimbau pihak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

"Pihak keluarga mohon doa untuk almarhum dan dengan hormat meminta supaya para kerabat dan sahabat untuk tidak mengantar/hadir di pemakaman," ujar Kepala Humas Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Himbauan ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan terkait penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, pihak keluarga tetap mengizinkan pelayat untuk datang ke rumah duka.

Diberitakan sebelumnya, Sapardi Djoko Damono menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 09.17, Minggu (19/7/2020).

Sapardi meninggal dunia di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Pujangga kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940 ini berpulang pada usia ke 80 tahun.

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Sapardi sempat mengunggah karya novelnya di Instagram.

"(WORK IN PROGRESS) Barangkali hidup adalah doa yang panjang dan sunyi adalah minuman keras."

"Ia mengangguk, entah kepada siapa."

Profil Sapardi Djoko Damono

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono atau biasa dipanggil dengan singkatan namanya, SDD merupakan sastrawan kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940.

Kecintaan Sapardi dengan sastra dan tulisan telah dipupuk sejak muda.

Di jenjang SMP hingga SMA, Sapardi sering menulis cerpen dan mengirimkannya ke majalah.

Bakatnya ini lantas semakin berkembang ketika menempuh perkuliahan Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Baca: Sastrawan Sapardi Djoko Damono Tutup Usia, Ini Profil dan Sederet Karyanya yang Terkenal

Baca: Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia, Fiersa Besari: Patah Hati Terdalam dari Kami

Sapardi Djoko Damono dalam wawancara di gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).
Sapardi Djoko Damono dalam wawancara di gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017). (Tribunnews.com/Nurul Hanna)

Saat masih mengajar di Universitas Indonesia, Sapardi sempat menjadi redaktur majalah Horison, Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur.

Dikutip dari Wikipedia, saat ini SDD aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana IKJ sembari menulis fiksi dan nonfiksi.

Sapardi menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai satu putra dan satu putri.

Sajak dan puisi Sapardi telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Beberapa karyanya yang populer antara lain Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulan di Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani/Widyadewi Metta Adya Irani) (Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo/Singgih Wiryono)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas