Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Solo 2020

Politikus PDIP Sebut Argumentasi Jokowi Bangun Dinasti Politik Lewat Gibran Tidak Relevan

Dengan begitu, Andreas mengatakan kepemimpinan di daerah tersebut dapat bermanfaat untuk rakyat.

Politikus PDIP Sebut Argumentasi Jokowi Bangun Dinasti Politik Lewat Gibran Tidak Relevan
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Gibran Rakabuming Raka saat jumpa pers dengan wartawan, Selasa (11/2/2020). Menilik ke belakang tiga tahun lalu, Gibran Rakabuming belum menunjukkan tanda-tanda ketertarikannya pada dunia politik. Ia memilih jualan martabak. (Tribunsolo.com/Ryantono Puji Santoso) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) telah resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso dalam pemilihan wali kota Solo pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Namun diusungnya Gibran --putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi)-- menuai perhatian dan banyak opini bahwa ada upaya membangun dinasti politik.

Lantas, apakah benar itu pertimbangan PDIP dalam mengusung Gibran?

"Pasti tidak! Karena kalau partai seperti PDIP mengusung calon di Pilkada tentu pertimbangannya adalah untuk memperoleh dukungan dan memenangkan pilkada, dan bagi PDIP memenangkan pilkada yang paling ideal adalah dengan kader partai yang mumpuni," ujar politikus PDIP Andreas Hugo Pareira, kepada wartawan, Selasa (21/7/2020).

Baca: Jika Gibran Lawan Kotak Kosong, Pengamat Sarankan Pilkada Solo Tak Digelar: Daripada Ngabisin Duit

Dengan begitu, Andreas mengatakan kepemimpinan di daerah tersebut dapat bermanfaat untuk rakyat.

Tak hanya itu, pada akhirnya kader yang sukses memimpin daerah akan mengharumkan nama partai, meningkatkan elektoral partai dan terjadi proses kaderisasi untuk kelanjutan kepemimpinan partai, baik di daerah maupun nasional.

Oleh karenanya, dia menegaskan argumentasi Jokowi membangun dinasti politik dianggapnya tidak relevan dalam hal ini.

Baca: Gibran Maju Pilkada Solo 2020, Pengamat Sebut Bisa Jadi Buah Simalakama bagi Jokowi

"Argumentasi membangun dinasti politik dalam alam demokrasi yang terbuka sebagaimana yang berlangsung di Indonesia saat ini menjadi tidak relevan," kata dia.

Andreas beralasan karena dalam sistem pemilihan langsung, yang memutuskan seseorang terpilih atau tidak adalah rakyat.

Baca: Terpilihnya Gibran Rakabuming Jadi Calon Wali Kota Solo dari PDIP Tunjukkan Pengaruh Jokowi Menguat

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas