Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hari Anak Nasional

Menko PMK: Anak Penentu Masa Depan Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut masa de

Menko PMK: Anak Penentu Masa Depan Indonesia
kemenpppa.go.id
Hari Anak Nasional 2020 Bertema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' Diperingati Secara Virtual (kemenpppa.go.id) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut masa depan Indonesia di tahun 2045 ada di tangan anak-anak di masa sekarang.

Pemerintah telah mencanangkan Visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan harapan terciptanya generasi produktif yang berkualitas pada 100 tahun kemerdekaan RI.

"Masa depan Indonesia yang berdaya saing dan unggul berada di tangan 30,1% penduduk yaitu 79,55 juta anak Indonesia. Pada akhirnya yang menentukan Indonesia itu mereka (anak-anak), bukan kita lagi," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Baca: Peringatan Hari Anak Nasional 2020 Kamis 23 Juli 2020 dengan Tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Menurut Muhadjir, saat ini yang perlu dilakukan adalah melindungi dan merawat anak-anak dengan mendidik dan mengarahkan anak agar bisa menjadi pemimpin di masa mendatang.

Tugas tersebut perlu dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh orang tua atau pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan dan masyarakat.

"Tugas kita di situ. Bagaimana kita mengintervensi, melakukan pengasuhan, perlindungan, perawatan sebagai upaya kita untuk ikut campur terhadap kemampuan di dalam diri anak agar mereka menjadi seperti yang kita harapkan," kata Muhadjir.

Baca: Bagaimana Pendapatmu Tentang Permainan Anak Zaman Dahulu dan Zaman Milenial? Jawaban Kelas 4-6 SD

Menurutnya, pewarisan dan penanaman nilai juga sangat diperlukan. Hal tersebut diperlukan agar di masa depan mereka bisa beradaptasi sekaligus memiliki arah saat menjadi pemimpin.

"Di situlah pentingnya kita menanamkan nilai kebangsaan, solidaritas, nasionalisme. Tanpa itu kita sangat khawatir, risau kalau anak-anak gagal memberikan arah kepada dirinya apalagi memberikan arah kepada bangsa ini," pungkas Muhadjir.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas