Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nasib WNI di Kapal Asing

Diancam Sanksi, Denda hingga Penahanan Dokumen Jadikan ABK Long Xing 629 Enggan Melawan 

Kisah eksploitasi dan kekerasan terhadap anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang bekerja di Kapal Long

Diancam Sanksi, Denda hingga Penahanan Dokumen Jadikan ABK Long Xing 629 Enggan Melawan 
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Bareskrim Polri rilis tiga tersangka dugaan TPPO pada 14 Anak Buah Kapal (ABK) Long Xing 629. 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kisah eksploitasi dan kekerasan terhadap anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang bekerja di Kapal Long Xing 629 terungkap. 

RF, salah satu ABK Kapal Long Xing 629, menceritakan bahwa dirinya enggan melawan perlakuan eksploitasi dan kekerasan yang terjadi karena berbagai sebab. 

Salah satunya terkait ancaman sanksi dan denda yang menanti ABK bila melawan awak petinggi kapal. 

"Kalau melawan kapten, mereka pasti akan mengadu ke agensi," ujar RF, dalam webinar 'Pencarian Keadilan Korban Perdagangan Orang di Kapal Ikan Asing', Selasa (28/7/2020). 

Baca: ABK Long Xing 629 Ungkap Eksploitasi Selama Melaut: Makanan Kedaluwarsa dan Minum Air Laut

Agensi yang dimaksud RF adalah manning agency tempat dirinya menandatangani perjanjian. Perjanjian itu menyatakan para ABK tak diizinkan berhenti bekerja sebelum kontrak mereka habis atau selama dua tahun penuh. 

Dengan melawan eksploitasi dan kekerasan yang terjadi, RF merasa perjanjian dapat dibatalkan oleh manning agency. Belum lagi dokumen-dokumen para ABK juga masih ditahan. 

"Sedangkan saya sudah tanda tangan ke agensi. Kalau kami nggak nurut, ya bakal broken contract, mau nggak mau," jelasnya. 

Sebelumnya diberitakan, RF --warga negara Indonesia yang sempat menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 China--mengungkap eksploitasi dan kekerasan yang diterimanya selama melaut. 

Baca: 6 Perekrut Puluhan ABK yang Dipekerjakan di Kapal Ikan China Lu Huang Yuan Yu Diringkus di Tegal

Salah satunya terkait pemberian makanan kepada para ABK. RF mengaku para ABK tidak diperlakukan seperti manusia karena diberi makanan yang sudah kedaluwarsa atau expired. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas