Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Klaster Perkantoran Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak, Epidemiolog Desak Pemberlakuan WFH

Menurut epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, potensi penularan di kantor (indoor) dua puluh kali lebih besar daripada di outdoor

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Klaster Perkantoran Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak, Epidemiolog Desak Pemberlakuan WFH
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Kerja di Kantor - Karyawan Bank DBS Indonesia duduk sesuai dengan penanda jarak saat bekerja di area kantor DBS Tower, Jakarta, Selasa (30/06/2020). Sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik bisnis dan perbankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, Bank DBS Indonesia turut menerapkan protokol kesehatan dan penyesuaian operasional untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masa transisi PSBB. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari terakhir, klaster perkantoran menyumbang angka kasus infeksi Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Oleh karena itu, epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan pemerintah perlu mengkaji ulang pembukaan kantor di sektor non-esensial.

Menurutnya, kantor di sektor non-esensial sebaiknya ditutup dan menerapkan kembali work from home (WFH) sampai akhir tahun, termasuk sektor pendidikan.

Karyawan Bank DBS Indonesia duduk sesuai dengan penanda jarak saat bekerja di area kantor DBS Tower, Jakarta, Selasa (30/06/2020). Sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik bisnis dan perbankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, Bank DBS Indonesia turut menerapkan protokol kesehatan dan penyesuaian operasional untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masa transisi PSBB. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan Bank DBS Indonesia duduk sesuai dengan penanda jarak saat bekerja di area kantor DBS Tower, Jakarta, Selasa (30/06/2020). Sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik bisnis dan perbankan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, Bank DBS Indonesia turut menerapkan protokol kesehatan dan penyesuaian operasional untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada masa transisi PSBB. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dicky juga memberikan catatan bahwa penutupan kantor non-esensial dan sekolah harus dilakukan secara serentak dengan kedisiplinan penuh dari masyarakat.

Sebab, Indonesia tak mungkin menerapkan kembali penguncian atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak besar pada ekonomi negara.

Karena itu, hal yang paling penting saat ini menurut Dicky adalah mencegah kasus-kasus klaster seperti perkantoran dengan penerapan WFH.

Halaman selengkapnya >>>

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunnewsWiki
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas