Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemendikbud Minta PAUD Utamakan Keselamatan Siswa Dalam Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi

"Kami berharap kepada bapak ibu pengasuh PAUD mohon untuk bisa mematuhi SKB tersebut," ujar Jumeri

Kemendikbud Minta PAUD Utamakan Keselamatan Siswa Dalam Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SIMULASI - Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP 17 Agustus 1945, Selasa (4/8/2020). Simulasi proses pembelajaran tatap muka yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dilakukan seminggu setelah pertemuan kepala SMP negeri dan Swasta bersama Wali Kota Surabaya. Sebanyak 10 sekolah swasta dari 21 sekolah pilot project pembelajaran tatap muka ditunjuk mewakili wilayahnya. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Jumeri meminta PAUD memperhatikan aspek keselamatan siswa dalam pembukaan sekolah di zona hijau.

Dirinya meminta pengasuh PAUD mematuhi panduan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Menko PMK Minta Kemendikbud Tangani Tingginya Angka Drop Out di Jenjang SMP

"Kami berharap kepada bapak ibu pengasuh PAUD mohon untuk bisa mematuhi SKB tersebut," ujar Jumeri pada acara Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Kowani secara daring, Selasa (4/8/2020).

Jumeri menegaskan, penerapan pembelajaran tatap muka kembali harus atas seizin Satuan Tugas Covid kabupaten kota setempat.

Sekolah juga wajib memenuhi syarat daftar isian serta izin orang tua.

Keselamatan, menurut Jumeri, harus menjadi prioritas utama bagi PAUD dalam pembukaan sekolah.

"Jadi kami berharap bahwa sekolah-sekolah mematuhi SKB ini, karena ini untuk keselamatan peserra didik. Meskipun masuk zona hijau tetapi belum memenuhi protokol atau isian kesiapan sekolah, maka oleh Satgas Covid setempat tidak akan diizinkan," ungkap Jumeri.

Menurut Jumeri, orang tua menjadi pihak yang memiliki peran besar dalam menentukan pembukaan sekolah.

Orangtua boleh tidak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Meskipun zona hijau orang tua boleh tidak mengizinkan putra putrinya masuk sekolah, karena bagaimana pun anak ada di bawah kewenangan orangtua," kata Jumeri.

Seperti diketahui, Kemendikbud bersama Kemenkes, Kemendagri, Kemenag telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Baca: Kemendikbud Buka Peluang Pembukaan Sekolah di Pulau yang Kabupatennya Zona Merah

Beberapa kabupaten kota yang masuk zona hijau berdasarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dapat memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat.

Pembelajaran tatap muka dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dulu.

Ikuti kami di
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas