Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Djoko Tjandra

Mangkir dalam Pemeriksaan Perdana, Anita Kolopaking Ternyata Minta Perlindungan LPSK

Edwin menyampaikan tak mengetahui secara pasti ancaman yang diterima oleh Anita.

Mangkir dalam Pemeriksaan Perdana, Anita Kolopaking Ternyata Minta Perlindungan LPSK
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Anita Kolopaking. 

Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka Anita Kolopaking mangkir dari pemeriksaan perdana dalam statusnya sebagai tersangka kasus pelarian Djoko Tjandra di Indonesia. Dalam surat yang dikirimkannya, ia mengaku tengah bertemu dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi. Menurut Edwin, Anita mendatangi LPSK untuk mendapatkan perlindungan dalam kasus pelarian Djoko Tjandra yang tengah diusut di Mabes Polri.

Anita, kata Edwin, mengaku mendapatkan ancaman.

Baca: Anita Kolopaking Ajukan Perlindungan ke LPSK Setelah Ditetapkan Tersangka oleh Bareskrim Polri

"Ada ancaman terhadap dirinya, jadi memohon perlindungan," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Edwin menyampaikan tak mengetahui secara pasti ancaman yang diterima oleh Anita. Ia mengaku tengah mendalami terlebih dahulu pengakuan yang dilontarkan oleh Anita.

Baca: Kejagung Siap Ladeni Keberatan Kuasa Hukum Djoko Tjandra Soal Penahanan Kliennya

"Seperti apa ancaman yang ia terima sedang kita dalami. Banyak hal ingin kami ketahui terkait kasus tersebut, karena kami mendalami sifat penting keterangan pemohon, tingkat ancaman dan track recordnya," tukas Edwin.

Diberitakan sebelumnya, Kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking mangkir dari pemeriksaanya sebagai tersangka kasus pelarian kliennya selama di Indonesia. Namun demikian, Anita bersurat untuk dilakukan pemeriksaan ulang.

"Sampai dengan pukul 13.00 WIB, yang bersangkutan tidak dapat hadir dan melayangkan sebuah surat kepada Dir Tipidum Bareskrim Polri yang isinya tentang permohonan penjadwalan ulang pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Awi mengatakan alasan Anita tidak memenuhi pemeriksaan karena ada kegiatan untuk memenuhi pemanggilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia bilang, waktunya bersamaan dengan pemeriksaan di polri.

Baca: Soal Djoko Tjandra, Kejaksaan Agung: Jaksa Tidak Melakukan Penahanan Melainkan Melakukan Eksekusi

"Yang bersangkutan tidak bisa hadir di depan penyidik karena pada selasa dan rabu tanggal 3 dan 4 Agustus 2020, yang bersangkutan ada kegiatan terkait dengan permintaan keterangan dari LPSK yang waktunya bersamaan dengan jadwal pemeriksaan yang bersangkutan sebagai tersangka," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas