Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akademisi Dukung Pemangkasan Izin dalam RUU Cipta Kerja

"Izin-izin itu dipangkas. Nanti satu pintu via BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Saya sepakat itu," katanya saat dihubungi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Akademisi Dukung Pemangkasan Izin dalam RUU Cipta Kerja
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Meski demikian, dirinya berharap, beleid sapu jagat (omnibus law) tersebut diarahkan kepada sektor terbarukan, seperti agroindustri.

Alasannya, sektor pertanian paling prospektif di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19).

"Sekarang intinya, bagaimana caranya genjot kewirausahaan bidang pertanian, dimulai dengan agroindustri. Harus diarahkan ke sana, harus ada klausul itu," katanya.

Baca: RUU Cipta Kerja Dinilai Dapat Memperburuk Kualitas Penyiaran

Dia mengingatkan, tumbuhnya wirausaha (entrepreuner) ataupun usaha rintisan (startup) bidang pangan, baik pertanian maupun perikanan, akan memotong rantai distribusi.

"Middle man dipotong, sehingga keuntungan dirasakan petani dan masyarakat," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas