Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Djoko Tjandra

Anita Kolopaking Daftarkan Praperadilan terkait Penahanan dan Penetapan Tersangka oleh Polri

Bukan hanya penahanan, Anita juga mempersoalkan penetapan tersangka yang ditetapkan polri.

Anita Kolopaking Daftarkan Praperadilan terkait Penahanan dan Penetapan Tersangka oleh Polri
Via Warta Kota
Jaksa Pinangki Sirna Malasari (kanan) berfoto dengan buronan Djoko Tjandra (tengah) dan pengacaranya, Anita Kolopaking. (Istimewa) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking mendaftarkan praperadilan atas kasus yang menyeretnya soal penerbitan surat jalan dan bebas Covid-19 palsu.

Bukan hanya penahanan, Anita juga mempersoalkan penetapan tersangka yang ditetapkan polri.

"Kita mengajukan praperadilan, bukan terhadap penahanannya Bu Anita. Kita mengajukan praperadilan terhadap penetapan tersangka Bu Anita. Penahanannya sih Bu Anita itu sangat kooperatif sekali, tidak ada perlawanan," kata Kuasa Hukum Anita, Andi Putra Kusuma di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Namun demikian, pihaknya tak menjelaskan lebih lanjut dasar hukum yang dinilai kliennya tidak layak ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, dasar hukum itu nantinya akan diungkap di dalam sidang praperadilan.

"Kalau dasar-dasarnya, poin per poin nanti kita sampaikan setelah minimal panggilan sidang praperadilan. Kita jangan terlalu cepat sampai situ. Nanti kita jelaskan semua terkait itu," ujarnya.

Baca: Polri Persilakan Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan

Diberitakan sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan pihak kepolisian menghormati pengajuan praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurutnya, pengajuan praperadilan merupakan hak setiap warga negara. Nantinya, pengadilan yang menguji sah atau tidaknya penahanan dari tersangka.

"Kalau memang tidak terima dengan penahanan. Silakan saja diuji sah tidaknya penahanan di sidang praperadilan," kata Argo saat dihubungi, Senin (10/8/2020).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas