Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Erick Thohir Perkenalkan Wakapolri Sebagai Wakil Ketua II Tim Pelaksana Komite Pencegahan Covid

kegiatan untuk pencegahan penularan Covid-19 tidak akan berjalan sukses tanpa kehadiran TNI dan Polri.

Erick Thohir Perkenalkan Wakapolri Sebagai Wakil Ketua II Tim Pelaksana Komite Pencegahan Covid
Tribunnews/JEPRIMA
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana,?Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya?Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers terkait diaktifkannya kembali Satgas Anti Mafia Bola Tahap III di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2020). Satgas Anti Mafia Bola Tahap III diaktifkan kembali guna mengawasi kompetisi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 Indonesia serta menyelesaikan kasus mafia bola pada tahap I dan tahap II. Selain itu, agar isu manipulasi skor tidak lagi ada saat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk sebagai Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana daripada Komite Pencegahan Covid dan Percepatan Ekonomi Nasional.

Perkenalan itu disampaikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Terima kasih kepada Pak Wakapolri yang merupakan juga Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana daripada Komite Pencegahan Covid dan Percepatan Ekonomi Nasional," kata Erick di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

Erick mengatakan kegiatan untuk pencegahan penularan Covid-19 tidak akan berjalan sukses tanpa kehadiran TNI dan Polri. Sebaliknya, kehadiran polri di dalam komite tersebut untuk menakuti masyarakat.

Baca: Wakapolri Minta Jajarannya Tegakkan Hukum Jika Ada Penyebar Hoax Covid-19

"Tentu dengan keluarnya kemarin Inpers Nomor 6 tahun 2020, jangan sampai disalahartikan bahwa seakan-akan Polri bersama komite ini akan melakukan tindakan-tindakan yang sehingga menakut-nakuti masyarakat. Tapi seyogyanya kita sepakati tidak mungkin program ini sukses tanpa masyarakat sendiri menjaga dirinya menjaga keluarganya," ungkapnya.

Ia menuturkan polri juga memiliki tenaga medis yang siap untuk penanganan Covid-19. Fasilitas inilah yang siap digunakan untuk menunjang atau mendukung program kesehatan nasional.

"Polri memiliki tenaga medis yang sangat siap. Tidak hanya 53 rumah sakit dan 6.700 tempat tidur yang ada. Tetapi tenaga medis yang jumlahnya ratusan ribu ini mendukung sukses imunisasi massal," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya memastikan selama ini jajarannya telah menjalankan pendisiplinan masyarakat terkait pencegahan penularan Covid-19.

Namun, saat ini upaya tersebut dipertegas dan diperkuat melalui Operasi Aman Nusa II.

Menurut Gatot, seluruh personel polri berkomitmen untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan cara menghentikan penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Kami akan mendukung semua. Mudah-mudahan dengan pelibatan polri dalam kegiatan tim pelaksana percepatan pemulihan ekonomi nasional. Tentunya terkait dengan covid segera bisa diputus penyebarannya dan kita semua kembali kepada hal normal," pungkasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas