Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bintang Mahaputra

Mahfud MD Terharu Banyak Keluarga Tenaga Medis Menangis Saat Terima Bintang Jasa dari Presiden

Perwakilan keluarga tersebut, kata Mahfud, di antaranya merupakan suami, istri, dan anak dari para tenaga medis yang telah gugur.

Mahfud MD Terharu Banyak Keluarga Tenaga Medis Menangis Saat Terima Bintang Jasa dari Presiden
kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id
Bintang Mahaputera 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku merasa terharu ketika menghadiri upacara penyerahan Bintang Jasa dari Presiden RI Joko Widodo kepada para keluarga tenaga medis yang wafat karena menangani Covid-19.

Mahfud mengungkapkan ketika itu ia terharu karena melihat banyak perwakilan keluarga tenaga kesehatan tersebut menangis sesenggukan sambil saat menerima Bintang Jasa dari Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka pada Kamis (13/8/2020).

Perwakilan keluarga tersebut, kata Mahfud, di antaranya merupakan suami, istri, dan anak dari para tenaga medis yang telah gugur.

"Tadi saya juga terharu, ketika tenaga medis itu ya, yang dokter suaminya sudah meninggal, istrinya meninggal, perawat, itu ada 22 orang tadi yang kita undang. Banyak yang menangis sesenggukan, sambil memberi hormat menunjukan tangan karena tidak boleh salaman. Itu menangis, ada juga ibu-ibu yang menangis, ada juga seorang anak laki-laki masih muda karena ditinggal oleh ibunya dan sebagainya," kata Mahfud saat konferensi pers secara virtual pada Kamis (13/8/2020).

Baca: Jokowi: Penganugerahan untuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah Lewat Pertimbangan Matang

Sebelumnya diberitakan Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan, penganugerahan 9 Bintang Jasa Pratama dan 13 Bintang Jasa Nararya kepada tenaga medis yang gugur karena merawat pasien Covid-19 adalah bentuk duka cita mendalam dan penghormatan tertinggi negara.

Tentunya, kepada seluruh tenaga medis yang menjadi garis depan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Duka cita mendalam disampaikan juga kepada keluarga para tenaga medis yang wafat tersebut, serta kepada rekan sejawat seprofesi yang hingga saat ini masih berjibaku merawat pasien Covid-19," kata Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2020).

Menurut Fadjroel, para tenaga medis tanpa kenal lelah, dengan panggilan kemanusiaan tanpa sekat apapun.

Ia pun menyebut, seluruh tenaga medis telah berjasa dalam menangani pandemi Covid-19 dengan penuh dedikasi dan profesional.

"Penyerahan 22 bintang jasa akan dilakukan Presiden Joko Widodo kepada perwakilan tenaga medis yang telah gugur," jelas Fadjroel.

Penyerahan 22 bintang jasa ini merupakan tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya dengan bintang jasa dan santunan yang sama kepada tenaga medis yang gugur.

"Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran di daerah maupun pusat dan tetap memerintahkan penanganan Covid-19 yang lebih masif mengedepankan strategi intervensi berbasis lokal dan kampanye disiplin penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan karena bahaya Covid-19 belum berlalu," kata Fadjroel.

Ia juga memastikan, bahwa pemerintah bekerja keras menangani pandemi Covid-19 dan kehidupan sosial ekonomi rakyat Indonesia melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Termasuk mempercepat keberadaan vaksin Covid-19 melalui kerjasama BUMN Biofarma dengan pihak lain, serta Vaksin Merah Putih melalui Lembaga Eijckman.

"Seluruh Gotong royong kebangsaan dan kemanusiaan 267 juta rakyat Indonesia adalah kunci disiplin penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan hidup seluruh rakyat Indonesia," tutup Fadjroel.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas