Pidato Presiden Jokowi: Kemunduran Negara Besar Jadi Peluang Kita Mengejar
Banyaknya negara besar terdapampak pandemi Covid-19 disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sebuah kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Banyaknya negara besar yang terdapampak pandemi Covid-19 disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sebuah kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.
Hal ini diungkapkan Jokowi saat melangsungkan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR-RI dan sidang bersama DPR-RI dan DPD-RI Tahun 2020 di Gedung Parlemen MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2020).
Jokowi mengungkapkan sebanyak 215 negara tanpa terkecuali sedang menghadapi masa sulit di tengah pandemi Covid-19.
"Terdapat lebih 20,4 juta kasus di seluruh dunia, dan 744 ribu jiwa meninggal dunia," ungkap Jokowi mengutip data WHO.
Baca: Jokowi: Semestinya Kemeriahan dan Kegembiraan Menyelimuti Suasana HUT Ke-75 RI
Baca: Bupati Karanganyar Maknai Peringatan Kemerdekaan Indonesia di Tengah Wabah Covid-19 dengan Optimisme
Jokowi mengungkapkan krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah.
"Pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi kita masih positif 2,97 persen, namun di kuartal kedua minus 5,32 persen," kata Jokowi.
Jokowi menyebut kondisi ekonomi negara maju bahkan minus belasan persen.
"Kemunduran banyak negara besar bisa menjadi peluang kita mengejar," ungkapnya.
Jokowi mengibaratkan kondisi ekonomi negara di dunia bak komputer.
"Ibarat komputer, perekonomian semua negara sedang macet, sedang hang."
"Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melewati restarting, rebooting, semua negara memiliki kesempatan menyetting ulang semua sistemnya," ujarnya.
Baca: Tanda Baik Pandemi Covid-19 di Indonesia Sudah Terlihat, Tapi . . .
Baca: Puan Ingatkan Pemerintah Ancaman Pandemi Covid-19 Terhadap Keselematan dan Ekonomi Rakyat
Momentum Lompatan Besar
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan dirinya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para pihak.
Mulai dari ulama, para pemuka agama dan tokoh budaya.
Mereka menyerukan agar menjadikan momentum musibah pandemi sebagai kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.
Jokowi menyebut pembenahan diri secara fundamental dan melakukan transformasi besar saatnya dilakukan.
"Menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, oemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan," ungkap Jokowi.
"Inilah saatnya kita bajak momentum krisis ini untuk melakukan lompatan besar," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto)